KUDUS,(taparemimika.com) – Sejarah manis terukir! Kontingen Panahan Provinsi Papua Tengah menutup perjuangan di Kejuaraan Nasional Panahan Junior 21 sampai dengan 29 Juli 2026 di Kudus Jawa Tengah, dengan kepala tegak dan dada membusung. Dua atlet mudanya, Akdan dan Algibran, kompak melibas atlet-atlet unggulan DKI Jakarta untuk merebut medali perunggu.
Menjadi sorotan utama adalah Akhdan Khalid Al Hakim dari Divisi U-10. Atlet cilik dengan mental baja ini tampil luar biasa di perebutan Medali Perunggu. Berhadapan dengan wakil DKI Jakarta, Naufal Arkan Primadana, Akdan tidak memberi ampun. Dengan sistem set poin dan alternate shoot yang menegangkan di bantalan AB, Akdan menang telak dengan skor 7-1. Sebuah kemenangan mutlak yang membuat ofisial DKI terdiam.
Kegilaan berlanjut di Divisi U-13. Algibran Aradhana, sang remaja pejuang, mengikuti jejak adiknya. Di laga perebutan perunggu yang tak kalah panas, Algibran juga harus berhadapan dengan wakil kuat DKI Jakarta. Dan hasilnya? Algibran menang meyakinkan dengan skor 6-2!
Dua kali DKI Jakarta, dua kali pula ditumbangkan oleh anak-anak Papua Tengah. Ini bukan kebetulan, ini adalah bukti kualitas pembinaan.
“Mereka berdua membuktikan bahwa jam terbang bukan segalanya. Ketenangan di alternate shoot adalah kuncinya. Mereka nurut instruksi, tidak lihat papan lawan, fokus pada satu panah. Hasilnya Allah Ta’Ala kasih yang terbaik,” ungkap tim pelatih dengan mata berkaca-kaca.
Dengan hasil ini, total perolehan medali Kontingen Panahan Papua Tengah di ajang level nasional ini adalah 1 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu. Sebuah capaian yang sangat memuaskan dan melampaui target, mengingat ketatnya persaingan yang diikuti oleh seluruh provinsi unggulan di Indonesia.
Terima kasih Akhdan, terima kasih Algibran. Kalian bukan hanya membawa medali, kalian membawa harapan baru bahwa dari pegunungan Papua Tengah, lahirlah juara-juara nasional masa depan. Papua Tengah Juara! (tm1)














