Tim A Persejasi Papua Tengah U-48 Up/Foto : Istimewa
JAKARTA, (taparemimika.com) – Tim A Persejasi Papua Tengah U-48 Up, berhasil memantapkan Langkahnya menuju babak semifinal, setelah dalam babak penyisihan Indonesian Walking Fotball Championship di Lapangan Sepakbola GOR Ciracas Jakarta Timur, Sabtu (3/10) berhasil menundukkan lawan-lawannya dengan hasil gemilang.
Tim A Persejasi Papua Tengah yang diwakili Persejasi Kabupaten Mimika berada di Pool A Bersama Tim Simpati Star, 86 Old Star A dan Miziro Jabar, berhasil mendulang poin penuh pada tiga laga di babak penyisihan.
Pada pertandingan pembuka melawan Miziro Jabar Tim Persejasi Papua Tengah berhasil unggul skor simlati 9-0.
Di pertandingan kedua melawan 86 Old Star, Papua Tengah Kembali memanen hasil gemilang dengan skor 13-0. Sementara pada partai ketiga, tim kebanggaan Masyarakat Mimika ini memetik poin 3 setelah menang WO atas Simpati Star.
Hasil ini membawa Persejasi Papua Tengah melaju ke babak semifinal yang akan digelar Minggu (4/10), sekaligus menempatkan pemainnya Sofyan Manubun di posisi top skor sementara Indonesian Walking Football Championship dengan perolehan 13 gol.
Ketua Persejasi Papua Tengah Habel Taime mengatakan, keikutsertaan Tim Persejasi Papua Tengah yang diwakili oleh Persejasi Kabupaten Mimika pada kejuaraan ini, merupakan wujud nyata kepedulian Pemda Mimika dalam mendukung para pemain lanjut usia agar tetap hidup sehat dan berkatifitas secara produktif.
Hal yang sama juga dilakukan oleh YPMAK sebagai Lembaga yang memiliki komitmen untuk mengembangkan Masyarakat Mimika dengan memberikan dukungan kepada keikutsertaan tim.
“Kami atas nama Persejasi Papua Tengah, mengapresiasi Pemda Mimika dan YPMAK yang telah memberikan dukungan kepada tim, sehingga dapat berlaga di ajang ini,” katanya.
Sementara Wakil Manajer Tim Persejasi Papua Tengah, Yeremias Imbiri mengatakan, anak-anak asuhan pelatih Swingli Puraro itu telah mempersiapkan diri secara maksimal selama satu bulan lebih untuk mengikuti Indonesian Walking Footbal Championship di Ciracas.
“ Kita berharap anak-anak tetap tampil konsisten, tenang dalam bermain dan mengikuti arahan pelatih sehingga nantinya dapat mencapai hasil yang maksimal,” ujarnya.
Sepakbola berjalan yang saat ini mulai marak berkembang di Indonesia, merupakan sarana bagi mantan-mantan pemain sepakbola, berusia 48 hingga 60 tahun, untuk tetap menyalurkan bakatnya di bidang sepakbola, dengan mengadaptasi teknik dan aturan yang berbeda, tanpa meninggalkan dasar-dasar sepakbola. (tim)














