Herman Gafur,SE (Sekretaris Koalisi Paslon Bupati-Wakil Bupati Johannes Rettob-Emanuel Kemong)/Foto : redaksi
TIMIKA,(taparemimika.com) – Menyikapi beredarnya informasi belakangan ini kalangan pejabat dan dilingkup ASN kabupaten Mimika bahwa ada kabinet bayangan yang sudah diusulkan oleh kelompok – kelompok yang tidak bertangguangjawab dengan mengatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, yang cukup meresahkan.
Menanggapi hal itu tersebut, Sekretaris Koalisi Partai Pengusun Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor urut 1, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong (JOEL) yang Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Mimika, Herman Gafur,SE langsung angkat bicara dan menepis isu hoax tersebut.
Herman Gafur yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dengan tegas menyatakan isu itu adalah hoax, yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak perlu dipercayai.
Herman mengaku berani menyampaikan hal karena telah berkoordinasi dan menanyakan isu tersebut dengan Bupati terpilih, dan dengan tegas beliau menjawab tidak pernah ada soal isu cabinet di lingkup Pemkab Mimika.
“Bupati terpilih Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemomg, bapak berdua adalah pimpinan terpilih tidak pernah memerintahkan siapapun baik keluarga, tim pemenangan atau paguyupan atau ASN atau saudara dekat mengusung dan mengatur pejabat untuk dilantik, apalagi dengan uang untuk jual beli jabatan. Itu tidak ada, jadi jangan percaya isu hoax,”tegas Herman Gafur pada wartwan di Kantor DPRK Mimika, Selasa (11/3/2025).
Lanjut kata Herman Gafur, Bupati dan Wakil Bupati Mimika tidak mungkin memerintahkan hal yang tidak mendasar dan belum mempunyai kewenangan sejauh ini, apalagi sampai sudah ada susunan cabinet.
“Jangan percaya isu hoax yang tidak mendasar, apalagi ada janji-janji atau mengatur proyek-proyek dalam pemerintahan Johannes Rettob – Emanuel Kemong kedepan. Itu tidak ada, jadi diharapkan jangan percaya informasi Hoax,”katanya.
Herman mengaku, Jhon Rettob – Emanuel Kemong tidak mungkin ada jual beli jabatan.
“Bupati dan wakil Bupati akan mengikuti aturan ASN, managemen ASN dalam pengangkatan jabatan harus dilihat dari kompetensi, integritas, kualifikasi dan kemampuan. Jadi apa yang beredar semua bohong, prinsipnya Bupati dan Wakil Bupati berkomitmen untuk membuang pola lama yang selama ini ada di Kabupaten Mimika,”tegas Herman Gafur.
Namun Herman tetap mengimbau agar jangan percaya informasi hoax yang sedang beredar, sehingga jangan ada yang menjadi korban dari oknum oknum yang tidak bertanggungjawab. (tm1)














