Bentrok antar warga terjadi di Kampung Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Rabu (11/2/2026)/Foto : istimewa
KAPIRAYA, (taparemimika.com) – Diduga karena masalah pencabutan sasi adat di Kilo Meter 5 Distrik Kapiraya, bentrok dan saling serang terjadi di Distrik Mimika Barat Tengah (Kapiraya) kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Selasa (11/2/2026).
Dari informasih yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber terpercaya menyebutkan, terjadinya bentrok antara warga Kampung Kapiraya dan Mogodagi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengakibatkan tiga warga menjadi korban luka akibat panah dan tembakan senapan angin.
Akibat bentrok dan saling serang dengan senapan angina, busur dan panah serta parang tersebut mengabkibatkan adanya korban luka-luka, akibat terkena peluru senapan angin.
“Hari ini kembali saling serang dan tiga warga kami sudah jadi korban,” sebut salah satu warga melalui pesan Massenger Facebook pada, Rabu (11/2/2026) siang tadi di akun facebook redaksi taparemimika.com.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman melalui pesan melalui whatshapnya, membenarkan adanya korban dan menyatakan aparat masih melakukan pendataan serta penanganan guna meredam situasi.
Terkait pemicu keributan, Kapolres mengungkapkan informasi awal mengarah pada pembukaan palang di Jembatan Kilometer 5 oleh warga Kapiraya, yang sebelumnya dipasang oleh warga Kampung Mogodagi.
Pada siang hari ini, video bentrokan sempat beredar memperlihatkan warga membawa parang, panah, dan senapan angina viral di group group WA.
Sedangkan informasi dari aparat keamanan, hingga saat ini sudah diturunkan di lokasi kejadian untuk meredam bentrok.
Kericuhan ini menyebar melalui video dan rekaman suara di aplikasi WhatsApp Facebook. Dalam rekaman suara yang beredar, seorang pria meminta bantuan tenaga medis karena ada yang terluka parah.
“Kita korban sudah tiga, mereka dua,” begitu katanya dalam rekaman suara yang beredar.
Sedangkan sejumlah warga di Timika dalam pesan berantai whahtshap berharap soal bentrok yang dipicu masih soal tapal batas ini harus segera di selesaikan, jangan sampai terjadi konflik berkepanjangan yang bisa menelan korban lebih banyak. (tm1)














