Tokoh Masyarakag Amungme, Yohanes Wantik/Foto : redaksi
TIMIKA, (taparemimika.com) – Pemerintah Pusat melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang telah melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kabupaten Mimika telah berjalan dengan baik, namun pemerintah daerah juga perlu memikirkan dampak jangka panjang demi peningkatan pemberdayaan ekonomi warga agar dapat mandiri khususnya bagi masyarakat asli Amungme Kamoro (AMOR).
Harapan tersebut disampaikan salah satu tokoh masyarakat Timika, Yohanes Wantik kepada wartawan melalui pesan singkat via Whatshap Senin, (18/10/2025).
Yohanes Wantik yang merupakan mantan anggota DPRK Mimika mengaku program MBG yang kini sudah berjalan perlu didukung demi peningkatan kesehatan demi masa depan masyarakat, namun perlu menjadi atensi agar keterlibatan masyarakat asli dua suku besar Amungme dan Kamoro perlu juga dilibatkan dalam mengelola dan terlibat dalam penyediaan Dapur MBG dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi bagi AMOR.
“Pemerintah daerah kabupaten Mimika penting untuk mempertimbangkan dampak jangka panjang dari program MBG ini, mengingat kehidupan masyarakat asli Amungme dan Kamoro . Keepan saya menekankan pentingnya kemandirian masyarakat asli Amungme dan Kamoro dalam mengelola program bantuan sosial, seperti makan siang gratis,ungkapnya.
Wantik menuturkan beberapa poin yang perlu pemerintah daerah kabupaten Mimika dapat dipertimbangkan, diantranya
Pertama, Pemberdayaan Masyarakat. Program ini sebaiknya dirancang untuk memberdayakan masyarakat asli Amungme dan Kamoro, bukan hanya memberikan bantuan. Dengan demikian, masyarakat dapat memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka sendiri.
Kedua, Program Berbasis Keterampilan. Pemerintah Kabupaten Mimika dapat menyediakan program pelatihan keterampilan atau pendidikan yang dapat membantu masyarakat asli Amungme dan Kamoro meningkatkan kemampuan mereka dan menjadi lebih mandiri.
Ketiga, Pengembangan Ekonomi Lokal. Pemerintah dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal dengan menyediakan akses ke pasar, modal, dan teknologi, sehingga masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup mereka.
Keempat, Partisipasi Aktif Masyarakat. Melibatkan masyarakat asli Amungme dan Kamoro dalam perencanaan dan pelaksanaan program dapat membantu memastikan bahwa program tersebut sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Dengan pendekatan yang tepat dengan, tokoh masyarakat Inovasi kreatif ,Sendikiwan , lsm, yg empunya ide gagasan Inovasi’segala aspek untuk kabupaten Mimika yang sesuai dengan visi dan misi, Bupati Yohanes. Rettob dan Wakil Bupati Emanuel kemong, sehinga program bantuan sosial dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup masyarakat asli Amungme dan Kamoro, dan mudah mudahan pandangan ini dapat berguna bagi pemerintah daerah dalam memberdayakan dan melibatkan masyarakat AMOR.(tm1)














