PENGURUS IKATAN KERUKUNAN KELUARGA KABUPATEN SIKKA SUB SEKTOR SP7 MIMIKA RESMI DIKUKUHKAN

Prosesi Penyerahan dan pengukuhan Kepengurusan IK3S Sub Sektor SP7 Kampung Mulia Kencana Kabupaten Mimika, Minggu, (15/3/2026)/Foto : Istimewa

TIMIKA, (taparemimikka.com) – Ikatan Kerukunan Keluarga Kabupaten Sikka (IK3S) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah kini semakin memperluas jangkauan organisasinya. Pada Minggu (15/3/2026), Ketua IK3S Kabupaten Mimika, Kamilus Lesu, secara resmi mengukuhkan pengurus IK3S Sub Sektor SP7 di Kampung Mulia Kencana.

Kehadiran sub sektor baru yang mencakup wilayah SP5 hingga Iwakka ini menjadi tonggak sejarah bagi warga asal Maumere di wilayah transmigrasi untuk kembali bersatu dalam wadah organisasi yang sah.

Rangkaian acara diawali dengan suasana khidmat melalui Perayaan Ibadat Sabda di Gereja HKY SP7 sebagai bentuk penyerahan diri kepada Tuhan sebelum memulai amanah baru.

Nuansa budaya yang kental terpancar saat prosesi adat Huler Wair dilaksanakan oleh Dewan Adat kepada para calon pengurus sebagai bentuk restu dan penghormatan. Setelah menyanyikan Mars “Maumere Manise” dan pembacaan SK, penandatanganan berita acara serta penyerahan SK dilakukan sebagai tanda sahnya kepengurusan.

Lahirnya Sub Sektor SP7 ini bermula dari kerinduan warga untuk memiliki wadah koordinasi yang lebih efektif di wilayah mereka sendiri. Penasehat IK3S Sub Sektor SP7, Yuvensius Yoseph, menjelaskan bahwa pembentukan ini bertujuan untuk merangkul kembali warga yang selama ini kurang terjangkau komunikasinya.

Yuvensius Yoseph menekankan pentingnya regenerasi dengan melibatkan kaum muda agar organisasi sosial ini memiliki nafas panjang.

“Kami kaderkan generasi muda karena mereka ini betul-betul anak yang lahir besar dari daerah transmigrasi. Harapan saya, mereka menjadi tongkat estafet untuk kebersamaan di IK3S ini agar tetap berlanjut selamanya,” ujar Yuvensius Yoseph.

Lebih lanjut, Yuvensius Yoseph menjelaskan bahwa organisasi ini sangat terbuka, bahkan bagi perempuan asal Maumere yang menikah dengan suku lain, selama mendapatkan restu dari sang suami.

Hal ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan lintas budaya dan mempermudah penyelesaian masalah melalui pendekatan kekeluargaan. Yuvensius Yoseph juga berharap keberadaan paguyuban ini dapat menjadi jembatan bagi anak-anak muda SP7 untuk mengakses program-program pemerintah daerah.

“Siapa tahu ada kesempatan untuk anak-anak muda ini ikut dalam kegiatan pemerintah, mereka bisa melibatkan warga SP7. Apalagi warga di sini adalah warga transmigrasi secara sah menurut hukum, sehingga punya hak dan kedudukan yang sama,” tambahnya.

Ia juga berharap pengurus bisa bekerja dan merangkul semua masyarakat suku Maumere yang ada di wilayah IK3S Sub Sektor SP7 (SP7, SP 5 dan Iwaka) untuk bersama bergabung dan membangun solidaritas ditanah rantau.

“Saya juga berpesan kepada pengurus yang baru untuk terus maju, jadikan kritikan sebagai evaluasi untuk semakin maju kedepan. Menjadi pengurus harus siap di puji dan di kritik,” pesannya.

Sementara itu, Ketua IK3S Sub Sektor SP7 yang baru dilantik, Febronius Nong Leksi, menyatakan kesiapannya untuk memimpin meskipun organisasi ini baru memulai langkah awal dengan 17 Kepala Keluarga. Febronius menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah, namun dukungan dari pengurus pusat di Mimika menjadi kekuatan utama.

“Saya merasa terhormat karena dipilih sebagai Ketua Sub Sektor SP7. Kami tidak bisa kuat kalau tidak ada dukungan dari keluarga besar IK3S Kabupaten Mimika. Harapan saya, semoga dengan kerukunan kita selalu menjadi satu mulai kini dan selamanya,” kata Febronius dengan penuh optimisme.

Mengenai langkah strategis ke depan, Febronius mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah memetakan warga Maumere di wilayah SP5 dan Iwakka agar bisa bergabung. Meski program kerja belum disusun secara mendetail karena masih berfokus pada pelantikan, Febronius memastikan bahwa visi organisasi akan mencakup bidang sosial dan kontribusi bagi masyarakat umum.

“Kami sudah pikirkan memang tentang program kedepannya bagaimana. Namanya sebuah organisasi pasti punya program tujuan, baik untuk internal organisasi maupun untuk umum membantu pemerintah. Hanya karena ini baru dibentuk, kami belum duduk bersama untuk memutuskan program-program matang yang harus kami buat,” pungkas Febronius.(tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *