PERSOALAN PERUMAHAN HINGGA AIR BERSIH JADI KELUHAN WARGA PESISIR, DALAM KUNKER KOMISI II DPRK MIMIKA DI ATUKA

Suasan Pertemuan Komisi II DPRK Mimika dengan Warga Pesisir di Balai Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah dalam Kunjungan kerja di Kampung Atuka distrik Mimika Tengah, pada Rabu (8/4/2026)/Foto : husyen opa 

ATUKA, (taparemimika.com) – Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika di Kampung Atuka Ibukota Distrik Mimika Tengah pada, Rabu (8/4/2026), masyarakat pesisir Mimika mulai dari Mimika Timur hingga Mimika Barat mengeluhkan persoalan air bersih dan perumahan layak huni.

Warga masyarakat pesisir yang terdiri dari Distrik Mimika Tengah, Mimika  Barat, Amar, Distrik Mimika Tengah, dan Mimika Barat Jauh berharap kepada Komisi II DPRK Mimika untuk dapat mendorong dan memperjuangkan kebutuhan air bersih dan perumahan layak huni bagi seluruh kampung di pesisir Mimika.

Rombongan Komisi II DPRK Mimika yang dipimpin langsung oleh Dolfin Beanal selaku ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno (wakil Ketua), Adrian Andhika Thie (Sekretaris Komisi) dan sejumlah anggota Komisi II DPRK Mimika lainnya, Dessy Putrika Ros Rante, Luther Beanal, Billianus Zoani, Merry Pongutan dan Adolina Magal, yang melakukan tatap muka di Balai Kampung Atuka.

Kepala Kampung Atuka, Arnoldus Natikapereyau mengeluhkan sebagian rumah warga di Atuka dan seluruh kampung di pesisir kondisi rumahnya sudah tidak layak sehingga harus dibangun rumah layak huni yang baru.

“Rumah masyarakat Kamoro di pesisir sudah tak bagus, rumah semuanya merupakan peninggalan Almarhum Bupati Klemen Tinal yang sekarang masih ditempati masyarakat. Karena itu, mohon DPRK Mimika mendorong hal ini, agar rumah layak huni dapat diperjuangkan,”keluhnya.

Selain soal rumah layak huni, masyarakat Atuka Mimika Tengah dan hampir seluruh kampung di pesisir membutuhkan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari hari.

Rombongan Komisi II DPRK Mimika saat tiba di Distrik Mimika Tengah, pada Rabu (8/4/2026)/Foto : redaksi

“Pembangunan proyek air bersih sebenarnya sudah ada, namun hanya bertahan beberapa lama saja. Setelah diresmikan, beberapa hari setelah itu tidak lagi beroperasi. Mohon ini jadi atensi Komisi II,”pintanya.

Sementara Sekretaris Kampung Atuka, Felix Kamapu berharap agar setiap kali Musrenbang tingkat distrik agar anggota dewan dapat hadir sehingga usulan dari masyarakat kampung dapat diperjuangkan atau direalisasikan.

“Agar program dari distrik dapat di akomodir di Musrenbang tingkat kabupaten, baiknya anggota DPRK Mimika dari Dapil masing-masing bisa hadir menyaksikan langsung agar dapat mengawal usulan,”pintanya.

Menanggapi usulan warga terkait Perumahan Layak Huni dan Air Bersih, Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal menyampaikan aspirasi yang disampaikna warga akan menjadi fokus dan akan didorong ke pemerintah.

“Dewan ini hadir langsung ke kampung dan bertemu warga seperti saat ini, karena ingin mendengarkan langsung dan melihat secara dekat pembangunan dan capaian yang ada di kampung,”sebut Dolfin.

Hal senada juga disampaikan Mariunus Tandiseno, bahwa DPRK Mimika saat ini punya niat dan hati untuk dapat mendorong dan memperjuangkan apa yang menjadi usulan masyarakat khususnya dari pesisir.

“Untuk apa kita hadir ditengah-tengah masyarakat dan bermalam seepeti saat ini di Atuka, karena kami ingin mendengarkan apa yang menjadi keresahan masyarakat di kampung-kampung. Percaya bahwa kami akan memperjuangkan dan mendorong apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,”ungkap Wakil ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi II, Adrian Andhika Thie bahwa masyarakat asli Kamoro yang mendiami wilayah pesisir harus bisa sama dengan wilayah lainnya di Mimika.

Ia berharap agar masyarakat Kamoro harus mampu menyuarakan dan menyampaikan kepada Dewan dan pemerintah terkait apa yang menjadi kebutuhan, sehingga kami dapat mendorong ke pemerintah.

Rombongan Komisi II DPRK Mimika saat menyerahkan sembako kepada Kepala Kampung Atuka, Arnoldus Natikapereyau usai tatap muka di Balai Kampung Atuka, Rabu (8/4/2026)/Foto : redaksi 

“Selama ini dewan selalu menyuarakan , mendorong dan menyampaikan kepada pemerintah terkait semua usulan dan keluhan masyarakat. Jadi kami sudah berkali-kali menyampaikan hal ini agar dapat di eksekusi oleh pemerintah daerah. Masa kepimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika saat ini baru berumur satu tahun, dan saya percaya bahwa niat dan komitmen pemerintah saat ini dalam tahun kedua akan mewujudkan visi misinya yaitu program pembangunan dari Kampung ke Kota,”tegas Adrian Thie.

Anggota komisi II lainnya, Luther Beanal menegaskan bahwa Atuka perlahan semakin maju dibanding dengan sejumlah kampung yang ada di pegunungan.

“Atuka saat ini lampu penerangan sudah ada, berbeda dengan kampung di pegunungan yang listriknya belum ada, walaupun bertentangan dengan perusahaan. Saya kira Atuka sudah semakin baik dan diharapkan kedepan akan lebih berkembang,”cetus Luther.

Komisi II DPRK Mimika dalam kunjungan kerjanya ke Kampung Atuka, juga sekaligus akan menghadiri peresmian Koperasio Merah Putih oleh Menteri Koperasi yang dipusatkan di Kampung Atuka.(tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *