Anggota DPRK Mimika dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yuliana Dice Amisim,SE saat menggelar Reses di RT 3 Kelurahan Kuala Kencana ,distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Sabtu (23/3/2025)/Foto istimewa
TIMIKA, (taparemimika.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan 5, Yuliana Dice Amisim,SE menggelar kegiatan Reses Tahap Pertama Tahun 2025 di tiga lokasi yang berbeda di distrik Kuala Kencana, kabupaten Mimika, sejak 20 Maret hingga 22 Maret 2025.
Reses tersebut dilaksanakan selama tiga hari tersebut, Juliana melakukan reses di tiga tempat yaitu di RT 3 dan RT 4 Kelurahan Kuala Kencana, serta di Kampung Karya Kencana, Mile 32, Jalan Agimuga.
“Semua aspirasi sudah saya tampung, yang sangat memprihatinkan di Distrik Kuala Kencana, (Kelurahan Kuala Kencana RT 3 dan 4) baru pertama kali mereka didatangi oleh seorang anggota dewan,” kata Yuliana Amisim.
Ia mengatakan banyak kendala dimana banyak yang berpikir Kelurahan Kuala Kencana adalah daerah PT Freeport Indonesia sehingga fasilitas diberikan oleh Freeport. Namun ternyata saat ini untuk wilayah RT 3 dan 4 adalah wilayah yang ditinggali oleh pensiunan karyawan Freeport dan keluarga.
“Tetapi tidak, sepertinya mereka itu sangat membutuhkan sentuhan dari pemerintah kabupaten Mimika,”sebutnya.
Dikatakan, disana masyarakat membutuhkan rumah sakit dan sekolah, sebab mereka tidak lagi bisa mendapatkan fasilitas seperti dulu saat masih aktif sebagai karyawan Freeport.
“Mereka sangat membutuhkan rumah sakit dan sekolah, kebetulan daerah mereka sangat jauh dari kota belum lagi ditambah dengan karyawan yang sudah pensiunan dan mungkin ekonomi mereka tidak mampu dimana tiap hari harus menghadapi cuaca Mimika yang tidak menentu, anak-anak sekolah sering terlambat,” ujarnya.
“Begitupun masyarakat yang mungkin ekonominya tidak banyak dan terbatas masih lagi mereka pinjam uang sehingga mereka membutuhkan sekali bantuan dan sentuhan dari pemerintah,” katanya.
Yuliana mengatakan, di daerah tersebut ada Kantor Kelurahan Kuala Kencana yang merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.
Ia juga memahami tanah di Kuala Kencana merupakan milik perusahaan, namun baginya di wilayah tersebut ada Kantor kelurahan milik pemerintah sehingga harus memikirkan masyarakat yang membutuhkan.
“Di Kuala Kencana juga kan lahannya begitu besar, kenapa pemerintah tidak membeli saja lahan dari Freeport supaya bisa membangun rumah sakit dan sekolah sementara masyarakat sangat membutuhkan, yang tinggal di RT 3 dan 4 sudah tidak dapat fasilitas, hanya RT 1 dan 2 saja yang dapat,”ungkapnya.
Ia berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk memberikan solusi yang baik kepada OPD tehnis agar bisa mengambil data jelas.
“Dimana masyarakat yang membutuhkan, harus dibantu,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan untuk wilayah Jalan Agimuga, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait drainase. Dimana di wilayah tersebut sering terjadi banjir karena drainase belum ada.
“Jadi biasa hujan, air sering masuk ke rumah warga, jalan juga tinggi dan rumah dibawah, pastinya air bisa masuk,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menerima aspirasi dari mama-mama yang membutuhkan bantuan dari Dinas Koperasi dan UMKM Mimika.
“Mereka membutuhkan bantuan koperasi untuk membuat usaha kios atau toko untuk mama-mama yang mau buka bisnis,” jelasnya. (tm1)














