ANGGOTA DPRK MIMIKA SASIEL ABUGAU, SOROTI BIAYA CHARTER PESAWAT PERINTIS KE PEDALAMAN

Anggota DPRK Mimika dari Komisi IV, Sasiel Abugau/Foto : istimewa

TIMIKA, (taparemimika.com) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Komisi IV, Sasiel Abugau mengeluhkan biaya charteran pesawat perintis ke pedalaman yang biaya charternya yang berubah-ubah dan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Anggota DPRK Mimika dari Fraksi PDI Perjuangan yang tak ingin menyebutkan nama maskapai perintis tersebut meminta kepada maskapai penerbangan perintis yang beroperasi di Kabupaten Mimika untuk memberlakukan standar charter pesawat dari Timika ke distrik-distrik pedalaman harus sesuai kesepakatan awal dengan tidak menambah atau membebani Masyarakat yang menyewa pesawat.

“Beberapa hari lalu saya sudah sewa pesawat dengan harga Rp 23 juta pulang pergi antar barang dan penumpang, tapi setelah tiba saya disuruh tambah Rp 4 juta. Ini yang saya keluhakan, kenapa ada tambahan yang tidak sesuai dengan pembicaraan awal,”keluh Sasiel Abugau anggota DPRK Mimika yang juga salah satu kepala Suku Arwanop melalui sambuangan telepon Senin (19/1/2026).

Anggota Komisi IV DPRK ini berharap agar seluruh maskapai penerbangan perintis yanga da di Timika tidak membuat standar sewa pesawat semaunya, harus ada harga standar yang sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan.

“Kita ini Masyarakat kecil yang tinggal di daerah terpencil untuk tidak dibodohi dengan permainan sepihak maskapai-maskapai perintis, kalua harga sewa charteran awal sudah disepakati. Jangan lagi ada tambahan biaya dengan berbagai dalih serta alasan yang tidak ada dalam kesepakatan sewa menyewa pesawat,”terangnya.

Ia menceritakan pengalaman yang baru saja dialami beberapa hari lalu, saat sudah deal dengan biaya sewa Pulang Pergi (PP) Timika-Arwanop dengan harga Rp 23 Juta, lalu setelah sampai di Timika disuruh menambah biaya Rp 4 juta.

“Saya berharap pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika untuk dapat melakukan pengawasan terhadap biaya sewa pesawat perintis, kalau ada maskapai yang nakal harus berani diberi sanksi. Ini Namanya membebani Masyarakat kecil, kami sudah keluarkan biaya besar dan kami masih dipermainkan,”keluhanya. (tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *