Suasana Rapat Komisi II DPRK Mimika, Pada Rabu (28/1/2026)/Foto : istimewa
TIMIKA, (taparemimika.com) – Membahas Rapat Internal terkait agenda kerja dengan menyesuaikan jadwal Badan Musyawarah (Bamus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Komisi II DPRK Mimika memutuskan untuk menemui dan berkunjung ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah mitra guna mencari Solusi terkait beberapa isu permasalahan yang ada di kalangan Masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Internal Komisi II DPRK Mimika yang digelar di ruang Rapat Komisi II DPRK Mimika, pada Rabu (28/1/2026) siang tadi.
Rapat Komisi II DPRK Mimika dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno,S.Sos,M.Si, didamping Sekretaris Komisi, Adrian Andhika Thie, dan turut pula dihadiri sejumlah anggota Komisi II lainnya seperti, Merry Pongutan, Dessy Putrika Ros Rante, Adolina Magal dan Stevanus Onawame.
Dalam rapat internal tersebut, sejumlah masalah dan isu yang hangat di Masyarakat, seperti isu aktifitas Pasar Sentral, Perkebunan, Pertanian, Peternakan hingga masalah Mogok Kerja dan Tenaga Kerja Orang Asli Papua.
Diskusi mengenai rencana kunjungan kerja Komisi II DPRD Kabupaten Mimika di awal tahun anggaran 2026.
“Komisi II DPRK Mimika telah menggelar pertemuan internal untuk jadwal di tahun anggaran 2026, Dimana sejumlah isu dan masalah yang hangat ditengah Masyarakat akan kami tindak lanjuti atau menjembati dengan berkoordiansi dengan sejumlah OPD dan mitra Komisi II. Dan yang menjadi tupoksi Komisi II kami akan berkunjung ke OPD dengan berkunjung untuk berkoordinasi dan mencari Solusi dari sejumlah masalah,”ungkap Wakil Ketua Komisi II DPRK Mimika, Mariunus Tanidseno kepada sejumlah wartawan usai memimpin Rapat Internal di Ruang Komisi II Kantor DPRK Mimika, Rabu (28/1/2026).

Staf Ahli Komisi II DPRK Mimika, Alwi Renhoren dan Staff Komisi II/Foto : husyen opa
Dijelaskan Mariunus, salah satunya soal harga pakan ternak yang semakin tinggi, sementara harga penjualan ternak (seperti babi) rendah dan daya beli masyarakat kurang.
“Meskipun pasokan memadai, akses penjualan ke daerah lain seperti wilayah pegunungan masih tertutup, sehingga masyarakat merasa rugi. Kami akan turun lapangan bertemu dengan OPD terkait untuk mencari jalan keluar,”sebutnya.
Untuk Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan, menurutnya yang masih menjadi masalah saat ini adalah hasil pertanian dan Perkebunan Banyak hasil pertanian masyarakat yang menumpuk dan mubazir karena bingung mau dibawa ke mana. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perkebunan, termasuk dengan pihak PT Freeport Indonesia dan sub Kontraktor PT Pangan Sari.
“Kami akan mempertanyakan mengapa pasokan pangan masih banyak diambil dari luar daerah. Apakah standar kualitas yang ditetapkan terlalu tinggi sehingga petani lokal sulit memenuhi, atau ada kendala harga? Kami ingin aturan untuk pemasok lokal dipermudah agar hasil tani lokal bisa terserap,”sebutnya.
Mariunsu juga mengatakan isu Tenaga Kerja soal perekrutan Tenaga Kerja oleh PPT FI dan persoalan mogok kerja juga akan menjadi atensi Komisi III.
“Persoalan Tenaga Kerja Orang Asli Papiua yang harus diprioritaskan, dan mogok kerja karyawan Freeport yang belum ada kejelasan perlu kita dalami,”katanya.

Suasan Rapat Komisi II DPRK Mimika yang digelar Rabu (28/1/2026)/Foto : husyen opa
Begitu juga dengan Penataan Pasar dan Retribusinya, menurut Mariunus harus juga mendapat perhatian. Masalah tata Kelola Pasar Sentral saat ini perlu kita perbaiki dan mencari Solusi Bersama, agar pedagang juga bisa maksimal untuk mendapatkan pendapatan yang baik.
“Ada pedagang yang mengeluh karena penghasilan terus menurun, sementara ratribusi atau pembayaran harus dilunasi. Ada pedagang yang mengeluh karena lapaknya disegel akibat tidak membayar retribusi bulanan, karena hanya menyewa. Praktek sewa diatas sewa masih saja terjadi, hal ini yang harus OPD tehnis pikirkan juga. Kita coba berkoordinasi dengan Disperindag nantinya,”tegasnya.
Untuk rencana hearing, pengawasan dan kunker akan dikoordinasikan guna memastikan kapan kegiatan dapat dilakukan.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie dalam rapat bahwa sejumlah masalah yang menjadi tugas dan kewenangan Komisi II akan dijadwalkan untuk berkoordinasi dengan OPD-OPD tehnis maupun mitra.
“Sejumlah masalah seperti soal pakan ternak, persoalan fasilitas pendukung Pasar Sentral, tentang pakan ternak, peluang pasar hasil pertanian dan Perkebunan bagi peternak dan petani lokal agar dapat tersalurkan.Komisi II akan segera menjadwalkan kegiatan Hearing maupun kunjungan ke sejumlah dinas dan mitra untuk mencarikan Solusi,”ungkap Adrian Andhika Thie dalam rapat tersebut. (tm1)














