Suasana Kegitan Reses Tahap II tahun 2026,Anggota DPR Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan, SE, Kamis (25/6/2026)/Foto : redaksi
TIMIKA, (taparemimika.com) – Anggota DPR Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan, SE melaksanakan Reses Tahap II Tahun 2026 dengan menggelar tatap muka, jaring aspirasi dan ritual berapen di Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis (25/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dari berbagai wilayah, mulai dari daerah pesisir hingga pegunungan yang ada di Kota Timika, menyampaikan beragam aspirasi terkait pembangunan, pelayanan dasar, transportasi, hingga penanganan masalah sosial.
Dalam sambutannya, Anggota DPRP Papua Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Yohanes Felix Helyanan mengatakan,SE bahwa reses merupakan kesempatan bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan.
“Saya hadir kembali di dapil untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Apa yang terjadi di daerah ini silakan disampaikan, dan tugas kami meneruskan kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pada sesi dialog, Thadeus Kwalik dari Agimuga berharap pemerintah daerah lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Ketika ada masalah, kami berharap segera turun langsung melihat kondisi masyarakat. Selain itu, bantuan rumah layak huni juga perlu mendapat perhatian,” katanya.
Perwakilan masyarakat dari Distrik Mimika Timur Jauh juga menyampaikan keluhan terkait belum tersalurkannya bantuan sosial khusus bagi warga di Kampung Amamapare.
Sementara itu, tokoh masyarakat Antonius Kemong menilai percepatan pembangunan dari kampung ke kota memerlukan pembentukan badan otoritas khusus yang bertugas mengawal pelaksanaan program pembangunan.
“Perlu ada badan otorita yang dapat mengawali percepatan pembangunan dari kampung ke kota sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menangapi berbagai masukan tersebut, Yohanes Felix Helyanan menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan diperjuangkan melalui fungsi pengawasan dan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Kita akan terus mendorong pemerintah agar berbagai persoalan masyarakat mendapat perhatian. OPD-OPD harus membantu dan jangan hanya duduk manis karena hal itu dapat menghambat proses pembangunan,” tegasnya.
Ia juga memastikan sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Suasana Kegiatan Reses Tahap ke II dari Anggota DPRP Papua Tengah dari fraksi PDI Perjuangan, Yohanis Felix Helyanan,SE/Foto : redaksi
Pada kesempatan yang sama, sejumlah warga menyampaikan apresiasi terhadap Surat Keputusan Gubernur Papua Tengah terkait menggratiskan biaya masuk dan pendidikan untuk peningkatan SMP, SMA, SMK, dan SLB pada tahun ajaran baru 2026.
Masyarakat juga mendukung upaya pembangunan Pelabuhan Sipu-Sipu Jita yang dinilai dapat membuka akses ekonomi dan memperlancar distribusi barang serta hasil produksi masyarakat.
Warga pun memaparkan berbagai potensi unggulan daerah yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Di Agimuga, masyarakat menilai sektor peternakan sapi dan budidaya kepiting memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
Sementara di Manasari – Jita, potensi pertanian cabai rawit dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat apabila mendapat dukungan pemerintah.
Arden dalam menyampaikan aspirasinya menyoroti penghematan anggaran Dana Desa yang sebelumnya dialokasikan untuk pembangunan kampung.
“Pembangunan jalan di kampung-kampung yang selama ini diusulkan melalui Musrenbang juga perlu direalisasikan. Selain itu, program yang padat karya perlu didorong langsung ke kampung-kampung agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Aspirasi lainnya disampaikan Yosep Temorubun yang meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperhatikan kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan.
“Pemerintah perlu membantu transportasi cepat berupa kapal cepat untuk wilayah pesisir dan penerbangan perintis bagi masyarakat di wilayah pegunungan,” katanya.
Selain itu, Yosep juga mengusulkan adanya perhatian khusus terhadap penanganan kasus-kasus kriminalitas yang masih menjadi permasalahan di sejumlah wilayah.
Sementara itu, warga bernama Sembari mengusulkan pembangunan pasar peletangan ikan di kawasan pesisir guna mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan.
Selain itu, wargalainnya Paulus Gujangge menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan air bersih hingga kini masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat.
Masukan lainnya datang dari Deki warga dari Mimika Timur yang meminta perhatian pemerintah terhadap penyediaan transportasi bagi anak-anak sekolah yang tinggal di wilayah pinggiran kota. Ia juga mengusulkan pelebaran jalan ekonomi Timika – Mapurjaya untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Selain itu, Deki meminta agar pemerintah memastikan para kepala kampung dan pimpinan kelurahan aktif berada di tempat tugas serta mengambil langkah tegas terhadap peredaran minuman keras.
“Kami berharap pemerintah menindak para penjual minuman beralkohol. Masyarakat sudah resah karena masih banyak orang yang mabuk, bahkan ada oknum pegawai yang mengenakan seragam saat mabuk,” ungkapnya.
Menangapi seluruh aspirasi tersebut, Yohanes Felix Helyanan mengatakan akan mengkoordinasikan berbagai masukan masyarakat dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta instansi terkait.
“Saya akan menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah provinsi. Untuk penanganan kasus kriminalitas juga menjadi perhatian kita kedepan. Begitu pula usulan pasar peletangan ikan, penyediaan air bersih, transportasi, dan kebutuhan pembangunan lainnya akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” katanya .
Kegiatan reses yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut diwarnai dengan tradisi bakar batu bersama masyarakat sebagai simbol kebersamaan. (tm1)














