TIMIKA, (taparemimika.com) – Warga dari Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS ) kabupaten Mimika, Papua Tengah menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KKS ke 19 sekaligus dengan puncak peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW tahun 2026 / 1448 Hijriyah.
Puncak Peringatan HUT KKS Mimika ke 19 dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dilaksanakan di Grand Tembaga Hotel Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Selasa (25/8/2026).
Peringatan HUT KKS ke 19 dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) kabupaten Mimika, H. Iwan Anwar,SH,MH, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, KH. Muh Amin AR, S.Ag, S.Pd, MM, M.Pd sekaligus membawakan Tausyiah Maulid Nabi Muhammad SAW 1448.
Turut pula hadir, Ketua-Ketua Pilar KKSS, Tokoh dan Seesepuh asal Sulawesi Selatan, tokoh masyarakat asal kabupaten Soppeng dan selururh warga KKS dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia HUT KSS ke 19 dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, H. Achmad Yani, SE. MM. Kes mengatakan, peringatan HUT KKS ke -19 kali ini di rangkai dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
“Dengan semangat kebersamaan mengangkat tema, ‘Sirui menre Tenssirui no’, yang artinya saling membantu, mengangkat dan mendukung satu sama lain dan tidak saling menjatuhkan,”sebutnya.
Ketua Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS), Kabupaten Mimika, Firman amali mengatakan, peringatan HUT dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini lahir dari semangat untuk merawat silaturahmi, kekompakan dan solidaritas, semangat yassisoppengi, warisan leluhur pengikat kebaikan semua.
Sementara, Ketua KKSS H. Iwan Anwar, SH., M.H mengaku, Milad KKS Mimika ke -19 adalah bukti kebersamaan sekaligus sebagai momentum silaturahami, bahwa kehadiran warga Soppeng di Mimika adalah bagian dari perjalanan sejarah cikal-bakalnya lahirnya kabupaten pemekaran yaitu Kabupaten Mimika.
“Sejarah tak boleh di lupakan bahwa seorang tokoh Sulawesi Selatan, warga Soppeng dan anggota DPRD Kabupaten Fakfak (sebelum Pemekaran) bernama adalah H. Haruna Nikka beliau toko Sulawasi Selatan yang terlibat dan ikut dalam pembentukan transisi Kabupaten Mimika. Semoga KKS dan KKSS terus berkembang bersatu dalam memberikan kontribusi nyata untuk kabupaten Mimika,”ungkapnya.
Bupati Kabupaten Mimika Johannes Rettob, S.sos,. M.M dalam sambutannya, mengatakan peringatan milad ini menjadi memontum refleksi organisasi dan mempererat tali persaudaraan baik keluarga besar soppeng maupun KKSS.
“Mimika adalah rumah kita bersama berbagai agama budaya, bahasa bersatu di sini, inilah semangat pengikat kita semua dalam kebersamaan,”ungkap JR.
Dalam tausiahnya, Ketua MUI Kab Mimika KH. Muh Amin AR, S.Ag, S.Pd, MM, M.Pd menyebutkan, bahwa filsafat bugis ‘Sirui Menre Tessirui No’. Artinya saling menarik keatas dan tidak saling menarik kebawah, yakni semangat untuk saling menompang dan mendorong sesama agar dapat tumbuh dan maju bersama.
“Makna atau ungkapan tersebut juga di kenal sebagai salah satu nilai kebersamaan Budaya Bugis sebagai bentuk rasa syukur,”terangnya.
Pada peringatan HUT KKS ke 19 dan Maulid Nabi Muhammad 1448 H yang berlangsung khidmat di tandai dengan pemotongan tumpeng bersama, yang di lakukan Bupati Mimika Johanisnnes Rettob jajaran Forkopimda ketua KKSS H, Iwan Aanwar, Ketua KKS Firman Amali sejumlah anggota DPRK / DPRP dan tamu undangan lainnya. (opa)














