TIMIKA, (taparemimika.com) – Pengurus organisasi Ikatan Penjahit Indonesia (IPI) Kabupaten Mimika mengklarifikasi adanya pemberitaan melalui akun tiktoK ‘TIMIKA INSIGHT’ yang menyebutkan adanya kekecewaan dari organisasi penjahit karena telah dijanjikan pekerjaan atau uang oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bila terpilih.
Akibat pemberitaan melalui tiktok yang diunggah ‘TIMIKA INSIGHT’ tersebut, organisasi atau perkumpulan yang menaungi para penjahit di kabupaten Mimika membantah keras info yang beredar di Medsos tersebut.
Melalui Ketua IPI Kabupaten Mimika, Irham Wahid,S.IP pada Sabtu (23/5/2026) membantah narasi yang diunggah akun tiktok Timika Insight yang menyebutkan adanya kekecewaan dari anggota IPI Timika karena tidak diberikan pekerjaan dijanjikan namun tidak terealisasi.
“Pada hari ini saya ingin mengklafifikasi narasi yang beredar di medsos tiktok dari akun tiktok Timika Insight yang menyebutkan bahwa bahwa kami dijanjikan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupato ‘JOEL’ pada pilkada lalu. Kami tegaskan sekali lagi, bahwa kami mendukung JOEL murni tanpa adanya janji apapun,”tegas Irhawam Wahid.
Lagi ditegaskan Irham, bahwa IPI merupakan organisasi atau kumpulan yang tidak punya profil Compani atau punya legalitas untuk mengikuti tender-tender apapun di OPD-OPD di pemerintah kabupaten Mimika, sehingga adanya pemberitaan melalui Tiktok itu tidak benar.
“Perlu kami tegaskan kepada teman-teman atau kepada seluruh masyarakat Mimika bahwa kami tidak pernah dijanjikan oleh Bupati JR, kami murni mendukung agar Mimika lebih baik kedepan. Hal ini kami tegaskan agar tidak agar tidak salah tafsir ditengah-tengah masyarakat Mimika,”ungkapnya.
Menurutnya, kalaupun ada anggota atau oknum dari IPI Timika menyampaikan informasi kepada media yang mengaku kecewa tanpa melalui mekanisme organisasi atau adanya persetujuan dari Pengurus Inti, akan diberi sanksi organisasi.
“Tolong jangan mengkambing hitamkan organisasi IPI Timika, kami mendukung JOEL itu murni dan ikhlas tanpa berharap imbalan atau janji apapun,”terangnya.
Terkait dengan adanya keterkaitan dengan salah satu pengusaha penjahit inisial ‘K’, sama sekali tidak ada keterkaitan dengan IPI. Sekali lagi, kami tidak tahu menahu soal pekerjaan tersebut, sehingga kami perlu luruskan pemberitaan yang menyudutkan IPI Timika.
“Siapapun yang coba-coba mengkambingkan hiitamkan IPI Timika, kami akan menuntut secara hukum terkait pemberitaan yang merugikan kami. Bila ada anggota kami yang benar menyampaikan ke media, kami akan tidak dan proses hukum,”katanya.(tm1)














