SPORT  

KONDISI FISKAL DAERAH, SULAWESI UTARA USULKAN PENGALIHAN TUAN RUMAH PON BELADIRI, KONI MIMIKA : PERSIAPAN ATLET CABOR BELADIRI MIMIKA DIPENDING SEMENTARA

TIMIKA, (taparemimika.com) – Akibat kondisi keuangan yang mengalami perubahan serta kondisi fiskal daerah menjadi alasan tuan rumah pelaksanaan PON Beladiri yang awalnya akan dilaksanakan di Manado Sulawesi Utara, kemungkinan besar batal dilaksanakan dan diusulkan untuk dialihkan ke daerah lain.

Penyebab Pemprov Sulawesi Utara menyampaikan permohonana pengalihan sebagai tuan rumah PON Beladiri salah satunya akibat pengurangan transfer ke daerah kurang dari Rp600 miliar, kewajiban pembayaran pinjaman pemulihan ekonomi, serta kebutuhan penanganan dampak bencana alam gempa bumi yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas yang sebelumnya direncanakan menjadi venue pertandingan.

Alasan tersebut disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang disampaikan melalui surat bernomor 400.4/26.4327/SEKR-DIKPORA yang ditujukan kepada KONI Pusat di Jakarta dan ditandatangani Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selwanus.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memenuhi keseluruhan kebutuhan penyelenggaraan PON Beladiri.

Selain persoalan fiskal daerah, Pemprov Sulut dalam suratnya juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pembahasan dengan KONI Pusat, hingga saat ini dukungan anggaran KONI Pusat untuk pembayaran penyelenggaraan PON Beladiri 2026 belum tersedia.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, Pemprov Sulawesi Utara kemudian meminta KONI Pusat mempertimbangkan pengalihan penyelenggaraan PON Beladiri 2026 ke provinsi lain yang dinilai memiliki kesiapan pendanaan dan penyelenggaraan yang memadai.

 

 

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Provinsi Sulawesi Utara pada Oktober 2026 menghadapi kendala.

Menanggapi permohonan tersebut, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman juga menyampaikan perkembangan terkait rencana penyelenggaraan PON Beladiri melalui surat bernomor 680/BPP/VIII/2026 kepada para gubernur seluruh Indonesia.

Terkait usulan pengalihan tuan rumah pelaksanaan PON Beladiri tersebut,  Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, menyikapi informasi mengenai penundaan PON Beladiri tersebut dengan meminta seluruh pihak, khususnya cabang olahraga beladiri di Mimika, untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Antonius mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran surat KONI Pusat yang saat ini beredar karena secara resmi surat tersebut belum diterima KONI Kabupaten Mimika dari KONI Provinsi Papua Tengah.

“Terkait surat KONI Pusat yang sedang beredar, belum bisa dipastikan kebenarannya sebab surat tersebut secara resmi kami belum terima dari KONI Provinsi Papua Tengah,” ujar Antonius.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak untuk bersabar sambil menunggu kepastian resmi dari KONI Provinsi Papua Tengah maupun KONI Pusat.

“Jadi untuk sementara kita semua bersabar dulu, menunggu kepastian dan kebenarannya,” katanya.

Antonius menjelaskan, KONI Kabupaten Mimika saat ini sebenarnya tengah mempersiapkan berbagai tahapan bagi tiga cabang olahraga beladiri asal Mimika, yakni Muaythai, Kick Boxing dan Tinju, untuk menghadapi PON Beladiri.

Persiapan tersebut mencakup tahapan pendataan, kesiapan atlet hingga proses seleksi dan pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti ajang nasional tersebut. (tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *