TIMIKA , (taparemimika.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika mulai menyusun sejumlah agenda penting untuk mendukung pelatihan dan peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Mimika.
Hal tersebut dibahas dalam rapat Sekretariat KONI Mimika yang dipimpin langsung Ketua Umum KONI Mimika, Antonius Kemong, S.IK, didampingi Sekretaris Umum KONI Mimika George Deda, yang digelar di Ruang Rapat Kantor KONI Mimika, di Jalan Hasanudin Timika, Selasa (18/8/2026).
Rapat tersebut membahas sejumlah rencana kerja kesekretariatan guna mendukung program KONI Mimika ke depan. Diantaranya, persiapan pelantikan Koordinator KONI tingkat distrik, pendataan serta penyusunan database seluruh cabang olahraga (cabor), dan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Mimika tahun 2026.
Ketua Umum KONI Mimika, Antonius Kemong, mengatakan bahwa pendataan seluruh cabor yang aktif melakukan pelatihan merupakan salah satu tugas penting yang harus segera dituntaskan.
Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar bagi KONI Mimika dalam menyusun berbagai program kegiatan sekaligus menentukan arah kebijakan pelatihan dan peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Mimika.
“Data seluruh cabang olahraga yang aktif melakukan pembinaan sangat penting. Data ini menjadi dasar bagi KONI dalam melaksanakan kegiatan serta menentukan arah kebijakan prestasi olahraga di Kabupaten Mimika,” tegasnya.
“Data ini juga kami perlukan untuk pelaksanaan PORKAB nanti. Melalui data tersebut, kita dapat melihat perkembangan pembinaan cabang-cabang olahraga di Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda mengatakan, proses pendataan sebelumnya telah dilakukan sebanyak dua kali, namun hasil yang diperoleh belum maksimal.
Ia berharap metode tersebut dapat menghasilkan database cabor yang lebih lengkap sehingga KONI Mimika memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi dan perkembangan pelatihan olahraga di daerah.
“Pendataan cabor ini sudah kami coba lakukan dua kali, namun belum mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, kami mencoba kembali dengan metode langsung bertemu pengurus-pengurus cabor untuk mengambil data secara langsung,” jelasnya. (tm1)














