HUKUM  

Wakapolda Papua Tengah Pimpin Sidang Kelulusan, 20 Personel Lulus Seleksi PAG dan SBP

Screenshot

NABIRE,(taparemimika.com) – Sebanyak 20 personel Polda Papua Tengah dinyatakan lulus terpilih dalam Sidang Kelulusan Seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) dan Sekolah Bintara Polisi (SBP) Polri Tahun Anggaran 2026. Hasil tersebut terdiri atas 15 personel yang lulus seleksi PAG dan lima personel dalam seleksi SBP.

Sidang kelulusan digelar di Aula Polda Papua Tengah, Rabu (28/10/2026) malam, dipimpin Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, didampingi Karo SDM Polda Papua Tengah Kombes Pol. Felli Hermanto. Kegiatan tersebut turut dihadiri para peserta seleksi PAG dan SBP.

Sidang ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian seleksi untuk membahas dan menetapkan peserta yang memenuhi persyaratan mengikuti pendidikan sesuai ketentuan dan kuota yang tersedia.

Dalam seleksi PAG, yang merupakan jalur pendidikan peralihan golongan dari Bintara ke Perwira, sebanyak 15 personel dinyatakan lulus terpilih dari total 30 peserta. Sementara itu, pada seleksi SBP yang diperuntukkan bagi personel Tamtama untuk beralih ke golongan Bintara, lima peserta yang mengikuti sidang kelulusan akhir seluruhnya dinyatakan lulus terpilih.

Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas mengatakan, proses seleksi pendidikan merupakan bagian penting dalam pembinaan sumber daya manusia Polri. Karena itu, setiap tahapan harus dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas.

“Seleksi pendidikan PAG dan SBP merupakan bagian dari upaya Polri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kompetensi, dan profesionalisme personel. Karena itu, setiap tahapan seleksi harus dilaksanakan sesuai ketentuan, dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan selektif,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, penetapan kelulusan dilakukan dengan mempertimbangkan hasil penilaian peserta, pemenuhan persyaratan administrasi, pemeriksaan kesehatan, kemampuan jasmani, aspek psikologi, serta kesesuaian dengan norma kelulusan dan alokasi kuota pendidikan.

Menurut Gustav, penerapan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) menjadi landasan penting untuk memastikan seluruh proses seleksi berlangsung secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Penerapan prinsip BETAH bertujuan memastikan proses penentuan kelulusan berjalan secara profesional berdasarkan hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, personel yang terpilih benar-benar memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” katanya.

Wakapolda juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus terpilih. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan keluarga yang harus dijadikan motivasi untuk terus berkembang.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus terpilih. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan perjuangan yang telah dilakukan, serta tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga. Jadikan kesempatan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengabdikan diri secara lebih baik kepada institusi Polri, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Karo SDM Polda Papua Tengah Kombes Pol. Felli Hermanto merinci, pada seleksi PAG Tahun Anggaran 2026, sebanyak 15 dari 30 peserta dinyatakan lulus terpilih berdasarkan hasil sidang kelulusan tingkat daerah atau Panda.

“Untuk seleksi PAG, dari total 30 peserta, sebanyak 15 orang dinyatakan lulus terpilih. Sementara itu, pada seleksi SBP, lima peserta yang sampai pada sidang kelulusan akhir seluruhnya dinyatakan lulus terpilih,” ungkap Felli.

Ia menambahkan, Polda Papua Tengah terus mendukung pembinaan personel secara berkelanjutan melalui jalur pendidikan guna meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia Polri.

Felli berharap para peserta yang lulus terpilih dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga integritas, serta mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan dan mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

“Para peserta yang lulus terpilih diharapkan dapat menjaga amanah, meningkatkan kapasitas diri, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan demikian, pembinaan karier melalui pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.(tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *