TIMIKA, (taparemimika.com) – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Mimika menggelar Diskusi Publik dengan tema ‘Demokrasi dan Partisipasi Generasi Muda Dalam Politik’ di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika, Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan Diskusi Publik tersebut menghadirkan tiga narasumber masing-masing, Adrian Andhika Thie, S.ST,Par (Ketua DPC PDI Perjuangan Mimika), Elisabeth I Rahawarin,S.SI (Mantan Komisioner KPU Mimika 2020-2024) dan Blazius Narwadan,SH (Komisi Bawaslu Mimika 2018-2022).
Turut hadir pula, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mimika Frans Wetipo, Mikel Saraung Komisioner Bawaslu Mimika, dan Sekretaris Bawaslu Kabupaten Mimika, Faizal Tura.

Suasana Diskusi Publik dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diinisasi oleh DPC PDI Perjuangan Mimika pada Rabu 28/10/2026/Foto : redaksi
Sementara peserta yang hadir dalam diskusi publik diantaranya, Pengurus DPC PDI Perjuangan Mimika, Pengurus PAC, utusan dari OKP kelompok Cipayung, OK, tokoh pemuda dan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Adrian Andhika Thie mengatakan ,bahwa semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober dimaknai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika dengan mendorong keterlibatan generasi muda dalam politik.
Dirinya berharap melalui Diskusi Publik bertema ‘Demokrasi dan Partisipasi Generasi Muda Dalam Politik’, PDI Perjuangan menegaskan bahwa masa depan demokrasi ada di tangan anak muda.
“Demokrasi dalam pemikiran Bung Karno, Bung Karno menyatakan bahwa demokrasi bukan hanya soal mencoblos waktu pemilu. Demokrasi harus membuat rakyat sejahtera. Apa gunanya kita punya hak memilih kalau anak muda masih kesulitan sekolah, kesulitan bekerja dan mendapatkan pekerjaan. Demokrasi itu harus terasa manfaatnya dalam hidup kita lebih khusus bagi pemuda,”ungkap Adrian.

Arden Temorubun saat menyampaikan Laporan Ketua Panitia Diskusi Publik./Fotografer : redaksi
Guna menumbuhkan kesadaran politik di kalangan generasi muda di momentum Hari Sumpah Pemuda, bukan hanya sekedar bicara tentanng sejarah sumpah pemuda tetapi kita mau bicara masa depan pemuda dan kita semua yang ada di Mimika.
“Satu kebanggaan kita bisa hadir di sini. Ini kebanggaan bisa hadir di acara diskusi publik yang sederhana, tapi sebenarnya memiliki makna yang luas terkait keberadaan kita di Kabupaten Mimika,”sebut politisi muda ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Adrian Andhika Thie,S.ST,Par/Foto : redaksi
Semangat Sumpah Pemuda pada tahu 1928, saat itu anak-anak muda Indonesia bersatu untuk Indonesia, karena itu apa yang menjadi semangat pemuda saat itu harus dapat juga kita teruskan di kabupaten Mimika walau datang dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda.
“Yang penting tujuan sama, yaitu membangun Mimika. Mimika ini orang bilang rumah kita bersama. Tugas kita bersama adalah memberikan jalan kepada generasi pemuda lebih khusus bagi Orang Asli Papua untuk berdiri sebagai tuan di negeri sendiri. Ini menjadi beban moril kita bersama,”serunya.
Menurut Adrian, agar daerah ini bisa maju, butuh kita saling membantu, saling mendukung, dan bukan saling mengkritik apalagi saling memprovokasi. (tm1)














