KOMISI II DPRK MIMIKA KUNJUNGI DINAS KOPERASI DAN UKM KABUPATEN GIANYAR, DAN MENIMBA ILMU DI KSP PERKANTI AMERTA SEDANA

Foto bersama Komisi II DPRK Mimika dengan Kadi Koperasi Kab Gianyar dan KSP Perkanti Amerta Sedana dan Staf Koperasi Dan UMKM Mimika, Rabu (29/4/2026)/Foto : redaksi 

TIMIKA, (taparemimika.com) – Kegiatan studi banding hari kedua Komisi II DPRK Mimika pada, Rabu (29/4/2026) dengan mengunjungi dan bertatap muka dengan jajaran dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Gianyar, di Provinsi Bali.

Komisis II DPRK Mimika memilih studi Banding ke Kabupaten Gianyar Bali karena di kabupaten ini, salah satu kabupaten dengan pengelolaan managemen Koperasi terbaik di Indonesia dan keberhasilan para UMKM dalam mendongrak ekonomi dan salah satu sektor yang cukup mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi kabupaten Gianyar.

Selain bertatap muka dengan kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Putrawan,S.Sos, M.Si dan mendapatkan pemaparan soal program keberhasilan Koperasi-koperasi dan para UMKM di kabupaten Gianyar, Komisi II DPRK Mimika juga mengunjungi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Perkanti Amerta Sedana di Kecamatan Gianayar Desa Adat Gianyar kabupaten Gianyar Provinsi Bali.

Kadis Koperasi dan UKM kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Putrawan,S.Sos, M.Si menyebutkan bahwa jumlah Koperasi di kabupaten Gianyar sebanyak 1.362 unit, dan yang aktif mencapai 840 unit dan tidak aktif 422 unit, dengan jumlah anggota sekitar 295.491 anggota.

Dari total koperasi tersebut kini sudah memiliki modal sendiri sebesar Rp 581.142.313.721, jumlah asset Rp 2.861.262.571.073. Dengan volume usaha mencapai Rp 3.779.740.242.746 dan Sisa Hasil Usaha total Rp 82.431.429.752.

Anggota Komisi II DPRK Mimika saat menggelar pertemuan dengan Dinas Koperais Kabupaten Gianyar, Rabu (29/4/2026)/Foto : redaksi

Keberadaan Koperasi Desa Adat atau Kelurahan Merah Putih  di Kabupaten Gianyar terdiri dari 64 Desa dan 6 Kelurahan dan sudah terbentuk sebanyak 70 Koperasi Desa Merah Putih..

“Kunci pentign pengemabnag UMKM adalah dengan pemanfaatan digital Marketing,pengembangan produksi berbasis budaya lokal, Kemanasan yang menarik dan ramah lingkungan serta pembiayaan permodalan usaha mikro melalui KURDA dan KURDA GAS,”terang Kadiskop UMKM.

Ia menjelaskan, bahwa Kabupate Gianyar kini memimilik 75.666 unit usaha dengan rincina , bidang pertanian berjumlah 876 unit, Non Pertanian 27.522 unit, Perdagangan 30.504 unit dan bidang Jasa berjumlah 7.764 unit. Dengan sektor unggulan, Bidang Pertanian, Home Industri dan Pariwisata.

“Di Kabupaten Gianyar dikenal dengan Duaritas yang sangat berperan adalah adanya desa pemerintah (dinas)  dan desa adat. Kunci keberhasilan dari pengelolaan dan pengembangan desa adat karena selama ini seluruh program desa adat sellau menggandeng program dibidang keamanan dengan adanya Pecalang (Polisi Adat), dan melibatkan desa ada dalam berbagai ivent resmi yang diprogram oleh pemerintah. Desa adat selalu dilibatkan dalam ivent apa saja, sehingga mereka bisa mengelo dan mendatangkan keuntungan,”sebut Anag Agung.

Begitu juga dengan Koperasi Adat, dimana cukup memberikan peluang usaha dalam peningkatan ekonomi, dan dari sekian banyak koperasi, ada satu Koperasi Adat yang namanya KSP Perkanti Amerta Sedana di Kecamatan Gianayar Desa Adat Gianyar kabupaten Gianyar Provinsi Bali.

Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar yang sudah berbagi ilmu dan pengalaman tentang keberhasilan dalam meningkatkan keberhasilan Koperasi-koperasi dan UKM di Kabupaten Gianyar, dan tentunya hasil dari studi banding ini akan menjadi sesuatu yang berharga untuk kita tiru dan terapkan di kabupaten Mimika.

“Kami Komisi II sebagai mitra Dinas Koperasi dan UMKM Mimika yang menjadi mitra sarankan agar mengirimkan staffnya untuk bisa menimba ilmu di Gianyar, saya harap Kadiskop dan UMKM Mimika bisa mengutus timnya untuk belajar di Kabupaten Gianyar. Sehingga keberhasilan dan hal yang baik yang didapat di sini, bisa dibawa pulang dan diterapkan di Timika,”sarannya.

Foto bersama Komisi II DPRK Mimika Bersama Staff Dinas Koperasi UMKM dan Staff Setwan DPRK Mimika di kantor Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar, Rabu (29/4/2026)/Foto : redaksi

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno bahwa persoalan selama ini yang terjadi di Mimika cukup banyak koperasi yang mencapai 452 tetap hanya tercatat saja tetap dalam roda pengelolaan managemen tidak profesional, dan hanya berharap bantuan modal dari pemerinta.

“Nah dengan keberhasilan koperasi-koperasi di Gianyar ini dapat menjadi referensi untuk bagaimana melakukan pendampingan dan pengelolaan koperasi-koperasi sehingga berlangsung lama dan konsisten serta dapat mensejahterakan anggotanya masing-masing. Ini hal yang baik untuk bisa diterapkan di kabupaten Mimika,”ucapnya.

Sedangkan, Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie mengaku iri dengan keberhasilan Kabupaten Gianyar dengan ebrbagai terobosan dan inovatif dari Dinas Koperasi UMKM untuk bagaimana bisa mendatangkan PAD bagi APBD dan mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

“Kita selama ini diuntungkan dengan adanya perusahaan tambang Freeport di Mimika sehingga PAD Mimika cukup tinggi, namu di kabupaten Gianyar ini APBD nya cukup baik yang dihasilkan dari sektor Pariwisatam Koperasi dan giat-giat UMKM. Melalui pengelola pariwisata dan Koperasi ini nyata mampu menajdi salah satu sektor penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Gianyar. Ilmu yang kita dapat disini bisa kita bawa ke Timika untuk bisa ditiru atau dicontoh,”tegasnya.

Anggota Komisi II lainnya, Luther Beanal mengapresiasi keberhasilan kabupaten Gianyar dalam mendongkrak PAD melalui sektor Koperasi dan UMKM. Luther juga sempat menanyakan tentang perbedaan Desa Adat dan Desa Dinas, karena ini bisa dicontoh di Mimika.

Billianus Zoani anggota Komisi II dari Perindo menanyakan metode yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gianayr sehingga 64 desa yang ada dapat mendorong peningkatan PAD dari sektor Koperasi dan UMKM.

Pertemuan Komisi II DPRK Mimika dengan Dinas Koperasi UMKM Mimika dengan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Gianyar, Rabu (29/4/2026)/Foto : redaksi

Sedangkan komisi II lainnya, Dessy Putrika Ross Rante mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gianyar  yang memiliki koperasi aktif sekitar 900 unit yang mampu menghasilakn SHU yang mencapai Rp 82 miliar lebih.

“Kami apresiasi Dinas Koperasi yang mampu menajdi penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Gianyar dan 900 unit koperasi mampu menghasilkan SHU sekitar Rp 82 miliar lebih,”ungkapnya.

Begitu juga dengan anggota Komisi II lainnya, Merry Pongutan dan Adolina Magal yang mengapresiasi keberhasilan Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar dalam memajukan koperai-koperasi. Dua legislator ini sempat bertanya tentang kita dan metode yang digunakan oleh Dinas Koperasi Gianyar dalam mendorong keberhasilan koperasi mensejahterakan anggotanya.

Dalam pertemuan Komisi II DPRK Mimika dengan salah satu Koperasi yang cukup berhasil di Kampung Adat Gianyar, kecamatan Gianyar  yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Perkanti Amerta Sedana.

Dalam kunjungannya di KSP Perkanti Amerta Sedana, Komisi II DPRK Mimika mendapatkan pemaparan tentang keberhasilan mengelola KSP Simpan Pinjam di kabupaten Gianyar ini.

Kepala KSP Perkanti Amerta Sedana, Dewa Putu Tagel Thiasta, mengakui keberhasilan KSP Perkanti Amerta Sedana ini tak lepas dari keuletan dan kerja keras dan saling percaya antar pengurus dan anggota, serta mendapatkan dukungan dari Dinas  tehnis maupun pemerintah kabupaten Gianyar.

Ia menceritakan sejarah berdirinya KSP Perkanti ini berawal dari komitmen beberapa orang ASN dan TNI Polri yang menjadi donatur, dan dari modal tersebut akhirnya Koperasi Perkanti ini memnuka dua unit usaha, yaitu usaha Koperasi Serba Usaha dan Unit Simoan Pinjam.

“Dari hasil tiga kita kelola bersama sama akhirnya kami berjalan dengan modal Rp 78  juta dan hingga saat ini kami telah memiliki aset bernilai Rp 30 miliar lebih. Dengan Rp 30 miliar tersebut kami kelola usaha Simpan Pinjam dan kini banyak membantu masyarakat, walaupun juga bukan anggota,”jelasnya.

Dewa Putu Tagel Thiasta menambahka, bahwa dari keberhasilan KSP Perkanti ini, kita dapat membantu dengan memberikan bantuan Cuma-Cuma bagi warga yang meninggal dengan santunan Rp 1 juta, setiap warga melahirkan diberi Rp 500 ribu, dan bahkan token listrik bagi anggotanya kami belikan.

Anggota DPRK Komisi II DPRK Mimika saat mengikuti pertemuan di KSP Perkanti Amerta Sedana, Rabu (29/4/2026)/Foto : redaksi

Kata dia, satu komitmen kita untuk membesarkan koperasi KSP Perkanti Gianyar adalah kepercayaan kepada anggota, sehingga anggotanya juga menjaga kepercayaan tersebut. Sehingga koperasi berhasil, anggotanya juga sejahtera.

Dalam dua kunjungan lokasi studi banding di Kabupaten Gianyar, Komisi II DPRK Mimika didamping oleh staff Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Mimika, dan menyempatkan untuk bertukar cinderamata, baik dari DPRK, Dinas Koperasi Mimika dan Kabupaten Gianyar. (tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *