TIMIKA, (taparemimika.com) — Dalam rangka melaksanakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), STKIP Hermon Timika melaksanakan kegiatan pemberdayaan guru melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan alat peraga matematika dengan memanfaatkan bahan daur ulang di SD Cordova Indonesia Timika, yang dilaksanakan pada Senin, (10/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Pembuatan Alat Peraga Matematika dari Bahan Daur Ulang pada SD Cordova Indonesia.” Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata STKIP Hermon Timika dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran matematika yang kreatif, inovatif, sederhana, dan mudah diterapkan di ruang kelas.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dipimpin oleh A. Rasul, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Tim PkM sekaligus narasumber. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi pentingnya penggunaan alat peraga matematika, pelatihan dan praktik pembuatan alat peraga dari bahan daur ulang, serta penyerahan alat peraga kepada pihak SD Cordova Indonesia Timika.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada guru-guru SD Cordova Indonesia mengenai pentingnya penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada guru bahwa pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu didukung oleh media yang dapat membantu peserta didik memahami konsep secara konkret.
Menurut A. Rasul, S.Pd., M.Pd., matematika memiliki banyak konsep yang bersifat abstrak sehingga siswa membutuhkan pengalaman belajar yang memungkinkan mereka melihat, menyentuh, mengamati, dan menggunakan benda secara langsung.
Setelah kegiatan sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan alat peraga matematika dari bahan daur ulang. Pada tahap ini, guru tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui praktik pembuatan alat peraga.
Para guru diperkenalkan dengan berbagai bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti tutup botol, botol plastik, kardus bekas, kertas, stik, dan bahan sederhana lainnya. Bahan-bahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi media pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu menjelaskan berbagai konsep matematika.
Kegiatan PKM ini tidak hanya berorientasi pada menghasilkan alat peraga, tetapi juga bertujuan meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kemandirian guru dalam merancang pembelajaran.
Guru diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan penggunaan bahan daur ulang sebagai media pembelajaran matematika. Satu jenis bahan bahkan dapat dikembangkan menjadi beberapa bentuk alat peraga untuk materi yang berbeda.
Membuat Pembelajaran Matematika Lebih Konkret
Dalam pembelajaran matematika, siswa sekolah dasar membutuhkan pengalaman belajar yang konkret. Penggunaan alat peraga dapat membantu siswa memahami bentuk, ukuran, jumlah, pola, hubungan, operasi hitung, pecahan, maupun konsep geometri secara lebih nyata.
Dengan adanya alat peraga, pembelajaran dapat dikembangkan menjadi lebih interaktif. Siswa dapat dilibatkan untuk mengamati, menghitung, mengelompokkan, menyusun, membandingkan, dan memecahkan masalah menggunakan media yang tersedia.
Memanfaatkan Bahan Daur Ulang untuk Pendidikan
Pemanfaatan bahan daur ulang menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan PkM ini. Bahan yang sebelumnya dianggap sebagai barang bekas dapat diolah menjadi media pembelajaran yang memiliki nilai guna.Kegiatan ini memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu mendukung pembelajaran matematika dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SD Cordova Indonesia Timika, Syahrir. S, S.Pd.Gr, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh STKIP Hermon Timika.
Menurut pihak sekolah, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi guru karena tidak hanya memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dalam membuat dan mengembangkan alat peraga pembelajaran.
Pihak sekolah juga menyambut baik penyerahan alat peraga matematika yang dilakukan oleh Tim PkM STKIP Hermon Timika. Alat peraga tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran serta menjadi salah satu sumber media yang dapat membantu guru menyampaikan materi matematika secara lebih konkret.
STKIP Hermon Timika Dorong Inovasi Pembelajaran
Sebagai perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Mimika, STKIP Hermon Timika terus berupaya menjalankan perannya dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan akademik dan pengabdian.
Pelaksanaan PkM di SD Cordova Indonesia menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Melalui kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh dosen dapat diterapkan secara langsung untuk membantu memenuhi kebutuhan guru dalam mengembangkan media pembelajaran.
Pengabdian kepada masyarakat juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Guru dapat menyampaikan kebutuhan serta permasalahan pembelajaran yang dihadapi di lapangan, sementara tim PkM memberikan pendampingan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah.
Mendorong Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Pemanfaatan bahan daur ulang dalam pembuatan alat peraga juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan.
uru dapat menghubungkan materi matematika dengan berbagai benda yang terdapat di sekitar sekolah. Siswa dapat diajak mengamati benda-benda tersebut kemudian menghubungkannya dengan konsep matematika yang sedang dipelajari.
Dengan cara tersebut, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa. Matematika tidak lagi dipandang sebagai materi yang hanya terdapat di dalam buku, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Harapan terhadap Keberlanjutan Program
Melalui kegiatan PkM ini, STKIP Hermon Timika berharap para guru SD Cordova Indonesia dapat terus mengembangkan berbagai inovasi alat peraga matematika setelah kegiatan selesai.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui sosialisasi dan pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara langsung dalam pembelajaran di kelas. Guru dapat mengevaluasi penggunaan alat peraga, melihat respons siswa, kemudian melakukan pengembangan atau perbaikan sesuai dengan kebutuhan.
Sementara itu, alat peraga yang telah diserahkan kepada sekolah diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari koleksi media pembelajaran SD Cordova Indonesia. (tm1)














