SMA N 2 MIMIKA GELAR SOSIALISASI DAN PENGENALAN DASAR-DASAR ILMU JURNALISTIK UNTUK PJS DAN OSIS

Screenshot

TIMIKA, (taparemimika.com) – Dalam upaya membekali siswa dengan keterampilan literasi dan dunia jurnalistik, SMA Negeri 2 Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah menggelar Sosialisasi dan Pembekalan Pengenalan Dasar-Dasar Ilmu Jurnalistik bagi anggota Persekolahan Jurnalistik Sekolah (PJS) bersama OSIS.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan SMA Negeri 2 Timika, Jalan Poros Timika SP 5, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, pada Selasa (20/10/2026).

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari dunia pers Timika di bidang jurnalistik, Husyen Abdillah Opa, yang merupakan Pemimpin Redaksi media online www.taparemimika.com. Kehadirannya disambut antusias oleh para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler PJS dan pengurus OSIS.

Turut hadir mendampingi siswa-siswi dalam kegiatan tersebut dua guru pendamping Ekskul PJS, Tri Yuniawati, S.Pd dan Tiara Irnaria Pandiangan, S.Pd yang secara aktif memfasilitasi jalannya sosialisasi.

Dalam pemaparannya, Husyen Abdillah Opa menjelaskan secara komprehensif bahwa dasar jurnalistik adalah sebuah proses yang sistematis, mulai dari mencari, mengumpulkan, mengolah, menulis, hingga menyebarkan informasi atau berita kepada publik melalui media massa, baik cetak, elektronik maupun online.

Ia menekankan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis yang profesional, seorang calon wartawan wajib memahami dua fondasi utama dalam jurnalistik.

Menurutnya yang Pertama, adalag mengenai Prinsip 5W+1H. Menurutnya, setiap berita wajib memuat enam unsur utama agar informasi yang disampaikan lengkap, akurat dan tidak membingungkan publik.

Keenam unsur tersebut adalah: Who (Siapa), Menjelaskan siapa subjek yang terlibat dalam peristiwa.

What (Apa), menjelaskan apa peristiwa yang terjadi. Where (Di mana) Menjelaskan lokasi atau tempat kejadian peristiwa. When (Kapan) Menjelaskan waktu terjadinya peristiwa. Why (Mengapa) menjelaskan latar belakang atau alasan mengapa peristiwa itu terjadi.

How (Bagaimana) Menjelaskan kronologi atau proses jalannya peristiwa tersebut.

Kedua, Nilai Berita (News Value), Tidak semua peristiwa layak menjadi berita. Sebuah peristiwa baru layak diangkat menjadi berita jika memenuhi beberapa kriteria, yakni: Aktual, yaitu peristiwa yang baru saja atau sedang hangat terjadi; Penting, yaitu berdampak luas bagi kepentingan publik; Kedekatan (Proximity), yaitu memiliki relevansi secara geografis maupun emosional dengan pembaca; Ketokohan (Prominence), yaitu melibatkan figur terkenal atau hal yang menarik perhatian; serta Keunikan, yaitu kejadian yang tidak biasa, langka dan menarik.

Lebih lanjut, Husyen juga membagikan trik dan teknik dasar dalam mencari berita, melakukan peliputan di lapangan, teknik wawancara, hingga etika jurnalistik yang harus dipegang teguh oleh seorang wartawan.

“Profesi jurnalis dilindungi oleh negara melalui Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Oleh karena itu, menjadi jurnalis harus menjunjung tinggi kode etik, independensi, dan keberimbangan dalam menulis berita.” tegas Husyen di hadapan para siswa.

Ia berharap, dari kegiatan pembekalan dasar-dasar jurnalistik ini, siswa-siswi SMA N 2 Timika dapat memiliki bekal awal yang kuat untuk menjadi calon wartawan muda yang kritis, kreatif, dan berintegritas, serta mampu mengelola media sekolah secara profesional.

Sementara itu, para guru dan siswa-siswi SMA N 2 Timika menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Mereka menilai pembekalan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan, melatih keberanian dalam mencari informasi, serta meningkatkan kemampuan menulis berita yang baik dan benar untuk selanjutnya dipublikasikan melalui mading sekolah maupun media sosial sekolah.

Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan ekstrakurikuler PJS sebagai wadah bagi siswa yang memiliki minat dan bakat di dunia jurnalistik, literasi, dan kepenulisan.(Osis SMA N 2 TIMIKA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *