PENGAWASAN DI KAMPUNG IPAYA, KOMISI II DPRK MIMIKA: WARGA BUTUH LISTRIK, BBM, ALAT TANGKAP PERIKANAN DAN BANTUAN PERALATAN PERTANIAN

TIMIKA, (taparemimika.com) – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika melakukan pengawasan di Kampung Ipaya yang meliputi Kampung Ipiri, Paripi dan Yaraya di Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Jumat (23/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II menerima sejumlah aspirasi penting dari masyarakat, diantaranya kebutuhan listrik PLN 24 jam, kemudahan mendapatkan BBM, bantuan alat tangkap perikanan, serta bantuan peralatan pertanian dan perkebunan.

Kegiatan pengawasan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, didampingi Wakil Ketua Mariunus Tandiseno, Sekretaris Adrian Andhika Thie, serta anggota Komisi II yakni Billianus Zoani, Dessy Putrika Ros Rante, Luther Beanal, Adolina Magal dan Stevanus Onawame.

Komisi II Rombongan meninjau langsung sejumlah fasilitas di tiga kampung Ipaya, seperti Balai Kampung, Puskesmas, Sekolah, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), tenaga surya (solar cell), fasilitas petugas medis, akses jalan, sumur bor, serta melihat aktivitas nelayan di pesisir.

Anggota DPRK Mimika Komisi II saat berada di Kampung Ipaya/Foto : husyen opa

Butuh Listrik PLN 24 Jam

Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal menyebutkan, penerangan lampu jalan dari solar cell yang dibangun pemerintah daerah sudah cukup membantu aktivitas warga di malam hari, namun belum maksimal.

“Lampu penerangan jalan dari solar cell telah dibangun oleh pemerintah daerah hanya di malam hari, kalau bisa ke depan pasokan listrik dari PLN ke rumah warga harus 24 jam. Karena ini kebutuhan yang sangat dibutuhkan warga terutama pelayanan medis, proses belajar siswa di saat malam,” sebut Dolfin.

Nelayan mendukung BBM Dan Alat Tangkap

Wakil Ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno menuturkan, selain listrik, warga Ipaya juga menaruh perhatian serius terhadap nasib nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan.

“Selain bantuan peralatan alat tangkap, nelayan juga membutuhkan subsidi BBM untuk digunakan dalam melaut. Nelayan di Ipaya sedikit kesulitan untuk mendapatkan BBM, karena itu mereka meminta ada POM mini di Kampung Ipaya,” ungkap Mariunus.

Sementara Sekretaris Komisi II, Adrian Andhika Thie menjelaskan, untuk pembersihan air di Kampung Ipaya tidak ada masalah karena sumur bor dengan sumber air yang cukup baik.

Menurutnya, untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan perlu adanya jaminan pasokan BBM yang murah dan mudah didapat.

“Mereka setiap hari mencari ikan membutuhkan BBM yang murah, sehingga dari hasil tangkapannya bisa mendapatkan keuntungan yang cukup, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain BBM, para nelayan juga membutuhkan peralatan tangkapan seperti bantuan jaring dan motor tempel. Termasuk hasil tangkapan bisa dibeli dengan harga yang sesuai, sehingga bisa mendatangkan ekonomi keluarga,” sebut Adrian.

Butuh Sentuhan OPD Teknis

Anggota Komisi II dari Dapil 6, Dessy Putrika Ros Rante menyebutkan, masyarakat pesisir termasuk di Ipaya membutuhkan perhatian pemerintah daerah khususnya dari OPD teknis seperti Dinas Perikanan, Dinas Koperasi, Pertamina dan PLN.

“Masyarakat di Ipaya ini butuh sentuhan nyata terkait kebutuhan untuk mendukung profesi sehari-hari dari dunia perikanan, butuh BBM yang mudah dan murah. Bantuan alat pertanian dan perkebunan serta penerangan listrik sepanjang hari,” ungkap Dessy.

Menurut Dessy, karena warga di Kampung Ipaya hampir semuanya berprofesi sebagai nelayan, hasil tangkapan mereka juga harus dibeli dengan harga yang sesuai pasaran.

Pada kegiatan pengawasan tersebut, Komisi II DPRK Mimika juga meninjau Puskesmas Ipaya dan berbincang langsung dengan para petugas medis tentang pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *