Peserta IFRC 2026 Saksikan Inovasi Reklamasi Freeport, dari Konservasi Satwa hingga Produk Cokelat

TIMIKA,(taparemimika.com) – Sebanyak 170 peserta Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 dari 16 perusahaan pertambangan mengunjungi Pusat Penelitian Reklamasi, Biodiversitas, dan Edukasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mile Post (MP) 21, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung inovasi reklamasi lahan bekas tambang, pemanfaatan tailing atau pasir sisa tambang, serta upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan PTFI.

Manager Environmental Central System and Project PTFI Roberth Sarwom, menjelaskan

berbagai upaya perusahaan dalam mengembangkan metode reklamasi, memanfaatkan tailing atau pasir sisa tambang, serta melestarikan flora dan fauna endemik Papua.

“Kawasan MP 21 merupakan salah satu fasilitas yang digunakan untuk melakukan penelitian dan pengembangan metode reklamasi, khususnya pada lahan yang didominasi pasir sisa hasil pengolahan bijih tambang,” katanya.

Peserta Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 saat di Pusat Penelitian Reklamasi PTFI mendapat penjelasan mengenai kerja sama PTFI dengan BKSDA dalam penyelamatan,pemulihan, dan pelepasliaran satwa endemik Papua yang diselamatkan dari perdagangan illegal./Foto : Istimewa


Dalam kunjungan tersebut, peserta meninjau sejumlah fasilitas, antara lain pembibitan tanaman (nursery), ruang benih (seed room), budidaya ikan air tawar, konservasi kasuari, penangkaran kupu-kupu dan burung kakatua, hingga Graha Diorama Ekosistem. Fasilitas terakhir ini menggambarkan bentang alam wilayah operasi PTFI, mulai dari kawasan pesisir
hingga pegunungan Grasberg.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta adalah produk cokelat dan keripik pisang hasil budidaya tanaman di lahan reklamasi. Cokelat diproduksi dari kakao yang ditanam dilahan tailing seluas satu hektare, sedangkan keripik pisang Maurpau diolah dari hasil panen pisang di kawasan MP 21. Kedua produk tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan lahan reklamasi secara produktif.

Selain reklamasi, PTFI bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam penyelamatan, pemulihan, dan pelepasliaran satwa endemik Papua yang diselamatkan dari perdagangan illegal. Perusahaan juga mendukung rehabilitasi mangrove di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Papua, Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sumbawa.

Manager Tim Rescue PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), Muhammad Indar, mengapresiasi upaya PTFI dalam mengintegrasikan kegiatan pertambangan dengan pengelolaan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.

“Kunjungan ke lokasi reklamasi memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Freeport tidak hanya menambang, tetapi juga memelihara flora dan menjaga kelestariannya. Saya juga terkesan saat mendapat informasi mengenai upaya penyelamatan dan pelepasliaran 63 ribu kura-kura moncong babi bersama BKSDA,” kata Muhammad.

Menurutnya, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Kalau kita jaga dan selamatkan lingkungan, maka kita selamat,” katanya.Apresiasi serupa disampaikan Arifin, perwakilan tim rescue PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Ia mengaku terkesan dengan berbagai inovasi reklamasi dan konservasi yang dikembangkan PTFI di MP 21.

“Mile 21 keren, Freeport juga keren,” katanya.

Melalui kunjungan ini, Roberth berharap peserta IFRC 2026 dapat memperluas wawasan mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, serta

penerapan budaya keselamatan dan keberlanjutan dalam kegiatan industri pertambangan. (*tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *