TIMIKA, (taparemimika.com) – Isak tangis pecah dan histeris dari ratusan keluarga menyambut kedatangan jenazah almarhum Wakil Ketua II DPRK Mimika, Karel Gwijangge,S.IP di Bandar Udara Moses Kilangin hingga ke rumah duka di Jalan Omega, Kelurahan Kamoro Jaya, Timika kabupaten Mimika, pada Minggu (6/9/2026).
Sejak kedatangan jenasah Almarhum Karel Gwijangge di Bandara Moses Kilangin Timika pad Pukul 10.00 Wit dengan menggunakan maskapai Garuda Airlines, ratusan kerabat keluarga telah menanti sejak pagi untuk menyambutnya.
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong langsung menjemput kedatangan Alm Karel Gwijangge di tangga pesawat, dan turut serta Wakil Ketua III DPRK Mimika, Ester Tsenawatme bersama keluarga dekat.
Iring-iringan kendaraan mengantar jenasah almarhum Karel Gwijangge menuju rumah duka di Jalan Omega II Kelurahan Kamoro Jaya. Mobil ambulans yang membawa jenazah almarhum di rumah duka sekitar pukul 11.00 WIT.
Saat peti jenazah diturunkan dari mobil dan kemudian digotong oleh pihak keluarga dibawah ketempat persemayaman, warga sontak berteriak-teriak sambil menangis dan merangsek masuk ke dalam ruangan tempat jenazah almarhum. Tangisan dari ratusan kerabat dan keluarga tak terbendung dan suara tangisan terdengar dan menggema disekitar rumah duka.
Setibanya jenasah di rumah duka, langsung dilakukan Ibadah Perkabungan yang dipimpin oleh Pendeta Kalalembang dari Gereja KINGMI Bethesda Timika.

Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menyamaikan sambutan dalam Ibadah Perkabungan Kedatangan Jenasah Almarhum Karel Gwijangge di Rumah duka, pada Minggu (6/9/2026)/Foto : husyen opa
Selain Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong turut hadir dalam ibadah perkabungan tersebut Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Ibu Susy Rettob, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, Wakil ketua III DPRK Mimika Ester Tsenawatme dan sejumlah anggota dewan. Begitu juga hadir Ketua DPR Kabupaten Nduga, Karto Nirigi,SH bersama sejumlah anggota dewan dan beberapa pejabat dari pemerintah kabupaten Nduga.
Fale Gwijangge, adik dari almarhum Karel Gwijangge usai ibadah perkabungan, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah daerah kabupaten Mimika, dalam hal ini Bupati Mimika, Wakil Bupati Mimika, pimpinan DPRK Mimika kepada seluruh pejabat dari Pemkab Ndguga dan seluruh pihak yang sudah terlibat dalam proses pemulangan jenasah Almarhum Karel Gwijangge yang sudah tiba di Timika hingga saat ini disemayamkan di rumah duka.
“Terima kasih kehadiran Bupati dan Wakil Bupati, pimpinan DPRK Mimika dan pejabat dari Kabupaten Nduga dan Ketua DPR serta kepada seluruh pihak yang sudah membantu dalam proses pengiriman jenasah hingga dari Jakarta hingga saat ini telah tiba dii rumah duka. Walaupun dalam keadaan duka, kami mengucap syukur kepada Tuhan, karena tadinya ada di Jakarta tetapi bisa pulang dan tiba di Timika tanpa kendala,”ucap Fale Gwijangge.
Fale berharap kepada seluruh keluarga besar untuk tetap membuka ruang dan memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat yang hendak melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
“Almarhum adalah milik semua masyarakat, mari kita menjaga keamanan agar suasana duka dapat rasakan oleh semua orang yang mau datang. Kita percayakan prosesi pemakaman secara kenegaraan kepada pemerintah daerah melalui Setwan DPRK Mimika, jadwal yang sudah disepakati keluarga bersama pemerintah kita akan ikuti,”pintanya.

Bupati Mimika Johannes Rettob, dalam sambutannya mewakili pemerintah menyampaikan turut berduka cita yang sangat mendalam atas kepergian Karel Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua II DPRK Mimika aktif.
“Atas nama pemerintah kabupaten Mimika turut berduka cita atas kepergian Alm Karel Gwijangge, dan kepada keluarga yang ditinggal semoga senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran dalam duka ini. Almarhum dan kita semua punya banyak rencana tapi Tuhan punya rencana lain dan telah dipanggil menghadap Tuhan,”ungkapnya.
Jhon Rettob mengaku almarhum Karel Gwijangge adalah sosok yang selama ini telah mendedikasikan dan pengabdiannya untuk seluruh masyarakat di kabupaten Mimika dan sangat berkontribusi dalam perkembangan kabupaten Mimika, sebagai anggota DPR.
“Duka bagi keluarga saat ini juga merupakan duka kami semua, apa yang dirasakan keluarga juga kami merasakan. Mari kita berdoa agar arwah dan jenasah Bapak Karel Gwijangge dapat diterima di sisi Tuhan,”sebutnya.
Menurut Bupati Johannes Rettob, proses pemakaman almarhum akan dilakukan secara protokoler pemerintah dan akan diparipurnakan di kantor DPRK Mimika sebelum pemakamana.

Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Ibu Suzy Rettob saat tiba di rumah duka/Foto : husyen opa
Sementara Ketua DPRK Mimika, Primus Natikaperayu dalam sambutanya mengaku bahwa almarhum Karel Gwijangge adalah salah satu sosok yang luar biasa dan sebagai orang tua dalam lembaga DPRK Mimika.
“Almarhum merupakan salah satu sosok luar biasa yang menjadi panutan serta orang tua, dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai Wakil Ketua II DPRK Mimika. Kepergian beliau, kita semua merasa kehilangan dan kesedihan bagi kami sebagai sesama pimpinan dan bagi seluruh anggota dewan,”ungkap Primus.
Ditegaskan Primus, Almarhum Karel Gwijangge merupakan unsur pimpinan sekaligus anggota DPRK Mimika aktif, sehingga proses sebelum pemakaman akan dilakukan Sidang Paripurna DPRK Mimika yang rencananya akan dilaksanakan pada Senin 7 September di ruang paripurna untuk memberikan penghormatan terakhir dari seluruh anggota dewan dan Sekretariat Dewan.
Sementara Ketua DPR Kabupaten Nduga, Karto Nirigi, SH mengaku almarhum punya kontirbusi besar dalam kemajuan di kabupaten Mimika dan merupakan sosok penting dalam pembangunan di Timika.
“Kami mengucap syukur kepada Tuhan karena semua terjadi dibawah rencana Tuhan yang mulia, sehingga hari ini keluarga dan kita semua menerima jenasah Almarhum Karel Gwijangge di rumah duka,”terangnya.
Informasi yang berhasil dihimpun dari pihak keluarga dan Setwan DPRK Mimika bahwa jenasah akan dimakamkan dihalaman rumah almarhum di Lorong Omega III Kamoro Jaya. Namun sebelum dimakamkan, prosesi diawali dengan ibadah pelepasan jenasah dari rumah duka yang akan dilaksanakan pukul 11.00 WIT. Setelah ibadah pelepasan dari pihak keluarga ke pemerintah, selanjutnya jenasahnya akan dibawah ke kantor DPRK Mimika, dan pukul 13.00 WIT untuk dilakukan Paripurna. Dan setelah paripurna DPRK, pukul 15.00 WIT, jenasah diantar dari kantor DPRK Mimika menuju kembali ke rumah duka untuk dilaksanakan pemakaman. (husyen opa)














