KOMISI II DPRK MIMIKA DAN KAPOLRES MIMIKA KUNKER KE DISTRIK AGIMUGA, TINJAU SEJUMLAH FASILITAS DAN GELAR TATAP MUKA DENGAN WARGA

TIMIKA, (taparemimika.com) – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika bersama Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Distrik Agimuga, kabupaten Mimika, pada Rabu (4/11/2026).

Dalam Kunjungan kerja selama dua hari bersama Kapolres Mimika di distrik Agimuga, Komisi II selain menggelar tatap muka, juga meninjau sejumlah fasilitas dan sarana milik Pemerintah daerah infrastruktur, seperti Kantor Distrik, Pasar, Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga, PLTD, Pasar, Pelabuhan Kiliarma, Peternak Ayam Kampung, Kantor Polsek Agimuga, fasilitas Bandara Agimuga dan sejumlah pemukiman warga.

Sebelum melakukan peninjauan sejumlah fasilitas dan Infrastruktur, Komisi II yang di pimpin langsung oleh Ketua Komisi, Dolfin Beanal, didampingi Wakil Ketua Komisi, Mariunus Tandiseno, serta sejumlah anggota lainnya seperti, Luther Beanal, Stevanus Onawame, Billianus Zoani, Dessy Putrika Ros Rante, Mery Pongutan dan Adolina Magal, bersama Kapolres Mimika menggelar tatap muka dan mendengarkan aspirasi dan keluhan warga di ruang Rapat Kantor Distrik Agimuga yang dipandu oleh Wakil Ketua II DPRK Mimika, Mariunus Tandiseno.

Rombongan Komisi II DPRK Mimika bersama Kapolres Mimika ,AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han saat meninjau Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga/Foto : husyen opa

Selain Komisi II dan Kapolres Mimika, hadir juga Paulus Tembak staff Distrik Agimuga, Kapolsek Agimuga Ipda Syaiful Gandegau, Kopka Anis perwakilan Koramil Agimuga, Danpos Agimuga Letda Inf Candra Syahputra dan warga.

Diawali dengan sambutan dari Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal mengatakan, kehadirannya bersama anggota Komisi II DPRK Mimika distrik Agimuga ingin melihat langsung dan memastikan program apa saja yang sudah kerjakan dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Kita datang berkunjung dan meninjau langsung ke Distrik Agimuga dan bertatap muka dengan warga bertujuan untuk memastikan seluruh program yang sudah berjalan dan yang belum, serta ingin mendengarkan langsung keluhan dan kebutuhan apa yang semestinya diinginkan oleh warga di distrik Agimuga. Kita ingin memastikan langsung, tidak hanya mendengarkan omong-omong dan laporan dari OPD, karena itu tugas Komisi II untuk melihat kondisi nyata sesungguhnya yang ada di Agimuga,”tegasnya.

Menurutnya, seluruh hasil temuan dari kunker, dan usulan masyarakat akan di perjuangkan dan didorong oleh Komisi II kepada pemerintah melalui OPD tehnis. Sebab selama ini kita hanya mendapatkan laporan saja, sehingga kita ingin memastikan fakta dilapangan.

Komisi II DPRK Mimika bersama Kapolres Mimika ,AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han saat bertatap muka dengan warga di Kantor Distrik Agimuga/Foto : husyen opa

“Apa yang menjadi keluhan masyarakat dan usulan, khususnya di bidang Ekonomi, Koperasi, Perikanan, Pertanian dan Perkebunan, Listrik, dan kebutuhan BBM  akan kami dorong dan usulkan kepada pemerintah daerah,”ungkapnya.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han mengajak seluruh masyarakat diistrik Agimuga untuk turut berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah untuk mendukung seluruh program pemerintahan dan bersama TNI-Polri untuk menjaga dan menciptakan keamanan.

“Polsek Agimuga ini merupakan salah satu Polsek ketiga terjauh di kabupaten Mimika, dan hari ini saya sudah berkunjung dan bertemu langsung dengan masyarakat Agimuga. Sepintas saya melihat masyarakat Agimuga ini sangat bersahabat dan kondisi Kamtibmas juga termasuk aman, karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama mendukung dalam hal menciptakan aman dan kondusif di Agimuga,”seru Kapolres.

Wakil Ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno menuturkan distrik Agimuga merupakan salah satu mitra Komisi II, selain memiliki tupoksi berkaitan dengan rumpun ekonomi  yang ingin melihat dan menyaksikan langsung apa yang sudah berjalan dan kendala yang belum bisa dilakukan dan yang akan diusulkan.

Komisi II DPRK Mimika saat meninjau PLTD di Kampung Kiliarma/Foto : husyen Opa

“Permasalahan yang salah lihat bahwa Musrenbang kampung maupun  distrik selama ini tidak jelas, karena terkadang apa yang diusulkan dari bawah dari tingkat distrik terkadang tidak diakomodir. Nah ini yang harus kita rubah agar usulan dari masyarakat itu benar-benar yang menjadi kebutuhan masyarakat,”jelasnya.

Menurtu Mariunus, faktor keamanan juga salah faktor yang dapat memberi kemajuan sebuah distrik. Dan pemerintah dan DPRD wajib mendukung dan berkolaborasi dengan pihak TNU-Polri.

“Mau tidak mau, distrik Agimuga harus kita mendukung demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Distrik Agimuga ini merupakan salah satu distrik yang tua dan telah melahirkan banyak pemimpin di kabupaten Mimika, baik dari lembaga Legislatif, MRP, Wakil Bupati maupun lainnya yang tersebar di seluruh Papua, sehingga kita harus mendukung dan memberikan prioritas dalam kemajuan di berbagai sektor,”ungkapnya.

Salah satu tokoh perempuan Agimuga, Nene Theadora mengeluhkan masyarakat di Distrik Agimuga saat ini dalam kondisi sangat sulit, ekonomi yang tidak berkembang dan hidup sangat tidak layak.

Suasana Tatap Muka Komisi II DPRK Mimika dengan Masyarakat di distrik Agimuga/Foto : husyen opa

“Saat ini masyarakat Agimuga kehidupan sehari-harinya sangat menyedihkan, tidak ada apa-apa di Agimuga khususnya disektor ekonomi, dan kehidupan petani dan nelayan. Tidak apa apa, kita mau tanam-tanam juga, hasilnya siap yang mau jual dimana. Kita warga Agimuga ini ibarat tidur bangun diatas duri, hanya menjadi penontont dan kita seperti makan garam saja,”keluhnya.

Salah satu Warga Kampung Kiliarma, Yopi Yelobo mengeluhakn adanya bantuan dari Dinas Peternakan berupa bibit ayam kampung yang tidak merata alias terbata dan tidak maksimal dalam pendampingan. Selain tidak diberikan pembekalan dan sosialisasi, bibit yang disalurkan terbatas jumlahnya dan tidak merata.

“Ada bantuan bibit ayam kampung  namun tidak merata dan tidak adanya sosialisasi dan pendampingan, program ini terbatas jumlahnya dan warga juga tidak semua mendapatkan merata,”keluhnya.

Menase Anggaibak berharap agar hasil pertanian dan perkebunan dapat dibeli oleh pengusaha-pengusaha yang sedang melaksanak pekerjaan proyek. Menase berharap hasil pertanian dan perkebunan yang dihasilkan agar ada pengusaha atau koperasi yang membeli.

Sementara salah satu Tokoh Pemuda Yustinus Hindom berharap, pengusaha atau kontraktor dapat melibatkan pemuda dalam pekerjaan proyek di distrik Agimuga. Dirinya juga mengusulkan agar jarinagn Internet serta adanya bantuan khusus untuk Gereja-gereja yang ada di distrik Agimuga.

Komisi II DPRK Mimika saat berada di Ruang Tunggu Bandara Akimuga/Foto : husyen opa

“Setiap proyek yang masuk di Agimuga agar pemuda bisa di akomodir dan mereka bisa dipekerjakan, pemuda jangan hanya jadi penonton,”keluhnya.

Warga Kampung Amungun Elisabet Mamukan mengeluhkan sulitnya warga di seluruh kampung yang ada di Distrik Agimuga untuk mendapatkan air bersih, terlebih dimusim kemarau seperti saat ini.

Sementara warga lainnya Alex Aim menegaskan, bahwa masyarakat sudah bosan hanya mendapatkan janji-janji berbagai program baik dari pejabat pemerintahan maupun lembaga Dewan, tanpa realisasi sampai saat ini.

“Kami sudah sering menyampaikan usulan dan telah dijanji-janji berbagai program tapi tidak terbukti hingga saat ini. Seperti penambahan lampu penerangan jalan, mesin cadangan PLTD-PLN yang sewaktu-waktu mengalami kerusakan sehingga masyarakayt di Agimuga tetap menikmamti listrik setiap hari,”pintanya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya Musa Onawame, bahwa masyarakat Agimuga saat ini sangat membutuhkan berbagai program seperti bantuan bibit pertanian dan pupuk, soal air bersih untuk kebutuhan masyarakat setiap hari.

“Prioritas saat ini adalah soal air bersih, dan perumahan yang layak huni serta peralatn medis kesehatan di Puskesmas yang baru, karena peralatan medis sudah cukup lama dan banyak yang sudah tidak berfungsi,”ungkapnya.

Renaldus Walilo meminta agar pembangunan Jalan Aspal Hotmix antar Kampung hingga sampai ke Pelabuhan Kiliarma dapat segera dirampungkan dan dilanjutkan membuka akses jalan dari Pelabuahn ke Pulau Yul, agar akses bisa melalui jalan darat hingga ke kota Timika.

Menanggapi berbagai usulan ndan keluhan masyarakat,  anggota Komisi II lainnya, Luther Beanal mengatakan terkati persoalan harga berbagai kebutuhan yang cukup mahal kuncinya adalah mengoptimalkan dan menghidupkan Koperasi-koperasi, sehingga bisa menekan harga.

“Koperasi itu menjadi salah satu sarana menjadi solusi untuk mendapatkan nharga barang yang murah, jangan sampai terbalik. Kehadiran Koperasi kampung maupun Koperasi Merah Putih untuk membantu masyarakat karena program itu mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat, sehingga harganya harus sama dengan yang ada di perkotaan. Tidak boleh koperasi justru menjual barang dengan harga yang membebani masyarakat,”tegasnya.

Terkait adanya program bantuan dari Dinas Peternakan melalui program bibit ayam kampung yang kurang tepat dan tidak merata, Luther berjanji untuk nanti menyampaikan dan berkoordinasi dengan OPD tehnis, karena tugas DPRK itu sebagai penyambung lidah dan tugas pengawasan.

“Dewan ini bukan eksekutor tapi sebagai pengawas, dan adanya keluhan dari warga terkait bantuan dari Dinas Peternakan, kami akan pertanyakan nantinya kedinas tehnis. Hasil kunker ini nantinya kami akan sampaikan kepada pemerintah daerah untuk bisa dievaluasi atau lebiih ditingkatkan,”sebutnya.

Anggota Komisi II dari Partai Perindo, Billianus Zoani menegaskan bahwa masalah pendampingan di sektor Pertanian dan Perkebunan dan dukungan program yang berpihak ke masyarakat kecil tidak hanya difokuskan di kota, akan tetapi harus lebih banyak yang turun ke kampung-kampung termasuk di distrik Agimuga.

“Pemerintah daerah melalui OPD tehnis harus lebih banyak diturunkan ke kampung-kampung terpencil agar ekonomi masyarakat bisa terus berkembang, sesuai dengan Visi Misi Bupati Mimika sehingga benar-benar terwujud,”sebutnya.

Billianus Zoani mengusulkan agar ada program bantuan subsidi transportasi baik udara mau laut untuk mempermudah pemasaran berbagai hasil pertanian dan Perkebunan ke kota.

“Kalau ada subsidi transportasi untuk hasil-hhasil pertanian ndan perkebunan di Agimuga, saya kira masyarakat akan meningkat pendapatan ekonomya,”usulnya.

Anggota Komisi lainnya, Dessy Putrika Ros Rante berjanji untuk mendorong dan memperjuangkan kepada pemerintah agar program-program prioritas bagi masyarakat di Agimuga dapat direalisasikan melalui program OPD lebih khsus di sektor ekonomi.

Termasuk harga kebutuhan yang sangat tinggi, Komisi II coba mnendorong kepada Pemerintah maupun Dolog yang menyalurkan beras harus menyesuaiakn standar harga yang sudah ditentukan.

“Harga beras dan Minyak Goreng dan kebutuhan pokok lainnya tidak nboleh sampai mencekik masyarakat kecil lebih khusus yang ada di kampung. Salah satunya yang bisa menekan harganya dengan kehadiran Koperasi Merah Putih yang menjadi program nasional dengan tujuan untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan harga yang merata baik di kota maupun di kampung,”tegas Dessy.

Sementara anggota Komisi II dari Fraksi PKB, Stevanus Onawame menyayangkan adanya keluhan warga terkait pegawai dan staff distrik yang jarang berada di tempat tugas.

“Komisi II nanti akan berkoordinasi dengan Komisi yang membidangi urusan pemerintahan untuk bisa menjadi atensi dari pemerintih daerah, agar tegas kepada seluruh ASN yang bertugas di distrik untuk berada di tempat tugas untuk melayani masyarakat,”ungkap Stevanus.

Setelah melakukan tatap mukkam dengan warga, Komisi II DPRK Mimika bersama Kapolres Mimika, selanjutnya melakukan peninjaua dibeberapa lokasi seperti, akses pembangunan jalan hotmix, PLTD milik PLN, Pelabuhan di Kampung Kiliarma, Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga, Kandang Peternak Ayam di Kampung Kiliarma, Pasar di Kampung Aramsorki, Bandara Udara Agimuga, dan sumber air bersih Kali Dingin di kampung Amungun. (tm1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *