TIMIKA, (taparemimika.com) – Berkunjung dan melihat secara langsung aktivitas Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga di Kampung Kiliarma Distrik Agimuga yang ibarat matisuri, Komisi II DPRK Mimika meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM untuk menghidupkan kembali koperasi tersebut dalam rangka menjawab kebutuhan harga kebutuhan pokok yang stabil.
Hal tersebut terungkap ketika Komisi II DPRK Mimika yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, Dolfin Beanal didampingi Wakil Ketua Komisi Mariunus Tandisenon dan sejumlah anggota komisi lainnya seperi, Luther Beanal, Stevanus Onawame, Billianus Zoani, Dessy Putrika Ros Rante, Mery Pongutan dan Adolina Magal saat meninjau langsung Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga di Kampung Kiliarma distrik Agimuga pada, Kamis (5/11/2026).
Selain rombongan Komisi II DPRK Mimika, turut hadir Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, SIK, M.Tr.Mil., M.Han,, Kapolsek Agimuga Ipda Syaiful Gandegau, Kopka Anis perwakilan Koramil Agimuga, Danpos Agimuga Letda Inf Candra Syahputra dan staf pendamping dari Sekretariat DPRK Mimika.

Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga yang dikunjungi rombongan Komisi II DPRK Mimika, hanya melihat beberapa bahan kebutuhan seperti Susu SGM, sambal dan saus kemasan botol, jaring, frezer ikan yang tidak berfungsi, dan sejumlah barang kebutuhan sehari-hari yang sudah kadaluarsa.
Kepala Kepala Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga Hengki Matinarewa, menuturkan sejak tahun 2023 Koperasi yang diperjuangkan ini awalnya berjalan bagus dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memiliki anggota yang terdiri dari warga, petani dan nelayan.
Namun seiring berjalannyaya tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk menghidupkan kembali karena aset yang dimiliki terus berkurang dan sampai sekarang tidak berjalan, sehinnga mohon DPRK Mimika dapat memperjuangkan agar perhatian dari pemerintah untuk kembali menghidupkan koperasi di Agimuga.
“Kami berharap agar dewan dapat memperjuangkan kepada pemerintah agar koperasi masyarakat disini khususnya kebutuhan sehari-hari dapat dibeli dengan harga masyarakat murah,” pintanya.
Hengki berharap untuk dapat memajukan sebuah koperasi juga perlu mendapat dukungan dari dinas teknis dan pendampingan sampai bisa sukses, tidak hanya melepas lelah lalu pergi.

Rombongan Komisi II DPRK Mimika bersama Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, SIK, M.Tr.Mil., M.Han, saat meninjau aktivitas Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga di Kampung Kiliarma distrik Agimuga pada, Kamis (5/11/2026)./Foto : husyen opa
“Koperasi ini selain mengelola kebutuhan sembako, juga membina petani kopi. Perlu menghidupkan sektor perkebunan seperti kopi, bukan alat tangkap berupa jaring. Di Agimuga sini masyarakatnya itu lebih mengenal pertanian dan perkebunan, tidak cocok dibidang perikanan,”keluhannya.
Ia mengaku, pernah dijanjikan oleh pemerintah pada tahun 2027 ini akan ada bantuan bagi Koperasi serta para petani.
“Pernah ada janji bahwa tahun 2027 akan ada bantuan kepada Koperasi dan Para Petani khususnya untuk menghidupkan kembali usaha perkebunan kopi. Mohon janji ini Komisi II dapat memeperjuangkan agar bisa di akomodir,” pinta Hengky.
Menanganggapi keluhan dari koperasi dan melihat langsung kondisi Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga, Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal mengaku dari hasil kunjungan dan mendengarkan keluhan pihak Koperasi dan berjanji Warga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Pertanian, Perkebunan kabupaten Mimika.
“Kondisi Koperasi di Kiliarma ini sangat memprihatinkan, padahal kehadiran koperasi ini sebenarnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal menekan kemahalan harga kebutuhan sehari-hari. Termasuk koperasi ini dapat membina para petani dan nelayan yang ingin menghidupkan usaha pertanian, hal ini akan menjadi atensi untuk nanti disampaikan kepada pemerintah daerah,”janji Dolfin.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi II lainnya, Dessy Putrika Ros Rante, bahwa koperasi Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga perlu mendapatkan perhatian dan atensi dari pemerintah daerah. Sebab kehadiran Koperasi ini pennting untuk mendorong menghidupkan perputaran ekonomi masyarakat di distrik Agimuga.

Rombongan Komisi II DPRK Mimika bersama Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han, saat meninjau aktifitas Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga di Kampung Kiliarma distrik Agimuga pada, Kamis (5/11/2026)./Foto : husyen opa
“Kondisi Koperasi ini harus dihidupkan kembali, banyak manfaat dengan adanya koperasi. Yang penting koperasi itu benar-benar dijalankan dengan managemen yang baik, tetapi untuk bisa bagu perlu ada pendampingan secara berkesinambungan dan adanya dukungan anggaran,”sebutnya.
Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi II dari Fraksi PKB, Stevanus Onawame, bahwa banyaknya keluhan masyarakat tentang harga kebutuhan sehari-hari yang sangat tinggi, sehingga yang bisa menjawab adalah dengan kehadiran koperasi.
Anggota Komisi II lainnya, Luther Beanal berharap dengan menghidupkan kembali Koperasi yang sudah ada, dan kehadiran Koperasi Merah Putih melalui program Koperasi Merah Putih, harusnya dapat menjawab keresahan masyarakat terkait harga kebutuhan hidup sehari hari seperti, beras, minyak goreng dan kebutuhan lainnya.
“Koperasi yang sudah ada harus dihidupkan, begitu juga dengan Koperasi Merah Putih, bila dijalankan serta kolaborasi yang bagus dapat menekan harga tinggi di distrik Agimuga,”sebutnya.
Billianus Zoani anggota Komisi II dari Partai Perindo meminta agar Pemerintah Daerah melalui OPD tehnis, tidak fokus menjalankan program di kota, tetapi harus ke kampung-kampung terpencil sepeti di Agimuga.
“Bantuan Koperasi, Pertanian dan Perkebunan serta Perikanan, Peternakan harus difokuskan ke kampung-kampung. Hal ini demi mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu pembangunan dari kampung ke kota,”tegasnya.

Rombongan Komisi II DPRK Mimika bersama Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han, saat meninjau aktifitas Koperasi Konsumen Atimekare Woromugel Agimuga di Kampung Kiliarma distrik Agimuga pada, Kamis (5/11/2026)./Foto : husyen opa
Ia berharap, dengan adanya subsidi transportasi untuk memasarkan hasil pertanian dan perkebunan dari masyarakat di Agimuga, pasti warga akan berbondong-bondong dan bersemangat untuk bertani dan berkebun.
“Kondisi saat ini, warga punya hasil pertanian dan Perkebunan mau dijual kemana dan siapa pembelinya. Karena itu, dengan menyiapkan subsidi transportasi baik udara, laut akan mendongkrak ekonomi masyarakat di Agimuga,”ungkapnya.
Sementara Ketua Komisi II, Mariunus Tandiseno mengakui, kalau ada keseriusan dari pemerintah daerah melalui teknik OPD-OPD untuk melihat persoalan masyarakat di kampung-kampung, pasti akan hidup ekonomi masyarakat Wakil di Agimuga.
“Harus benar-benar program OPD tehnis itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jangan turunkan program yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, dan harus ada pendampingan dan pelatihan secara berkala. Jangan turunkan program dan melepas, lalu meninggalkan masyarakat. Harus ada sosialisasi dan pendampingan, sehingga program tersebut bisa tepat sasaran dan berkembang,”pungkasnya . (tm1)














